Oleh-Oleh dari Bandung: Ternyata Ada Hubungan Erat antara Lillah dengan Lelah

174
Pasang Iklan Murah
Aa Deda (berdiri, keempat dari kiri) bersama sebagian kepala sekolah. (MFA/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sebanyak 33 Kepala SD-MI Muhammadiyah Kabupaten Gresik dan seorang perwakilan Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik mengadakan Studi Ekskursi bertema Manajemen Qolbu (MQ) Program ke Pesantren Darut Tauhid Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/2/19).

“Pada kegiatan hari ke-2, peserta studi ekskursi melaksanakan shalat Tahajud dan Subuh di Masjid Daarut Tauhiid Gegerkalong Bandung. Setelah itu diperdengarkan tausiah KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) langsung dari Mekah melalui MQ Radio di dalam masjid karena Aa Gym sedang melaksanakan ibadah umrah. Kegiatan dilanjutkan dengan bertadarus Alquran. Targetnya OPOZ, yakni one principal one juz,” kata Ahmad Faizun SSos, Koordinator Studi Ekskursi.

Selanjutnya acara motivasi oleh Abdurrahman Yuri, adik kandung Aa Gym. Dia berpesan kepada para kepala sekolah, “Kita diberikan amanah besar sebagai kepala sekolah. Luruskan niat karena Allah dan sempurnakan amal.”

Dalam kesempatan itu Pembina Yayasan Daarut Tauhiid tersebut menyampaikan motivasi bagaimana sebaiknya dalam bekerja. “Pertama, bekerja sebagai jalan menuju surga. Sebanyak apapun amal kita kalau kita tidak lillah kita akan menjadi lelah. Kenapa orang lelah karena kurang lillah dalam bekerja,” kata Aa Deda, panggilan akrabnya.

Kedua, sambungnya, pastikan bekerja jadi jalan sillaturahmi. Manfaat silaturahmi yang utama untuk menebar kasih sayang. “Mari kita laksanakan belajar dan mengajar dengan kasih sayang. Dengan silaturahmi kita menjadi dekat. Kalau dekat toleransi menjadi kuat membuat nyaman hati,” pesan dia.

“Ketiga, pastikan bekerja jadi jalan menuju integritas. Jadi jalan dipercaya. Sifat al amin. Sekolah yang butuh murid. Perusahaan butuh pelanggan. Dengan kita butuh murid, kita akan memberikan pelayanan yang optimal. Kita berikan layanan dengan seluruh kemampuan dan kejujuran,” urai Aa Deda.

Keempat, dia melanjutkan, bekerja sebagai cambuk bagi kita meningkatkan ilmu. “Naikkan ilmu kita agar kemampuan kita meraih target tercapai. Setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah kelas, setiap kejadian adalah ilmu. Kunci meraih ilmu adalah rendah hati,” paparnya.

“Kelima, bekerja sebagai sebaik-baik kemanfaatan bagi manusia yang lain. Kembangkan sekolahnya agar kemanfaatannya menjadi lebih banyak. Libatkan wali murid untuk menjadikan sekolah kita juga menjadi ladang amal mereka,” terangnya. (MFA)

iklan