Suparto Wijoyo: Saatnya Umat Melek Politik jika Ingin Menang

139
Pasang Iklan Murah
Aan/pwmu.co
Suparto Wijoyo, kanan, dan KH Sholahuddin Wahid saat diskusi Oase Bangsa.

PWMU.CO-Sudah saatnya umat muslim melek politik dan jangan mengabaikan Pemilu. Pilih dan menangkan calon yang memang benar-benar pro terhadap kepentingan Islam jika ingin aspirasi umat terwujud.

Hal itu disampaikan Koordinator Magister Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya Dr Suparto Wijoyo dalam diskusi Oase Bangsa Radio Suara Muslim bertajuk Muslim Peduli Pemilu di Kunokini Cafe dan Resto Jalan Raya Prapen Surabaya, Rabu (20/2/2019).

”Umat Islam sudah berlapang dada dan mengalah sejak negara berdiri. Kini, saatnya umat harus menang dalam Pemilu 2019. Muslim wajib pilih calon muslim dan mengawalnya untuk bisa jadi,” katanya

Parto menuturkan, umat Islam yang diwakili para ulamanya sudah mengalah dan berlapang dada dalam penyusunan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Tujuh kata dalam Piagam Jakarta yang awalnya disepakati bersama, akhirnya rela dicoret lantaran muncul isu ada yang ingin merdeka jika tujuh itu tetap dipertahankan.

”Jadi yang tidak mau untuk menyatukan diri dengan Republik Indonesia itu siapa? Umat Islam? Siapa yang membuat isu itu,” ungkapnya.

Menurut dia, menang dalam Pemilu akan sangat berarti untuk memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam parlemen dan memperjuangkan kepentingan Islam. Sebab, demokrasi itu tentang mayoritas.

”Umat Islam adalah mayoritas di negeri ini. Maka sudah sewajarnya umat Islam jadi pemenang demokrasi dan kebijakannya berpihak untuk kepentingan Islam,” paparnya.

Sebenarnya banyak anggota dewan yang beragama Islam, sambung dia, namun mereka bukan pejuang kepentingan Islam di parlemen sehingga abai dan tidak sensitif saat pembahasan undang-undang yang menyinggung umat.

“Nah, ini adalah pekerjaan rumah (PR) umat Islam pada pemilu serentak 17 April nanti. Muslim harus peduli pemilu. Pilihlah calon pemimpin bangsa yang mewakili kepentingan umat Islam,” tandasnya. (Aan)