Adu Kreativitas Siswa SMPM 12 GKB di Kelas Memasak

69
Pasang Iklan Murah
Menyajikan masakan. (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Banyak cara untuk mengasah kreativitas siswa, salah satunya dengan cooking class (kelas memasak). Proses olah bumbu, pilih bahan, teknik memasak, dan tata cara penyajian, adalah bagian tantangan kreativitas yang harus dijawab siswa kelas IX SMPM 12 GKB, dalam kegiatan tersebut, Jumat (22/2/19) di open hall sekolah.

Latisya Dea Anintya, mislanya. Bersama dengan teman-teman sekelas, dia memiliki menu cah kangkung dan cumi krispi. Selain itu, untuk menu penutup, siswa yang hobi mebaca ini membuat minuman es sirup yang berwarna merah menyala.

“Sudah kita bagi, siapa yang bawa bahan, bumbu, dan perlengkapan masak sebelumnya sehingga sekarang tinggal proses memasak,” ujarnya saat ditemui PWMU.CO ketika sedang proses memasak.

Latisya, sapaannya, mengungkapkan dia dituntut untuk membuat racikan bumbu yang istimewa. “Mulai dari bawang merah dan putih, cabe, tomat, dan juga caos tiramnya,” ucapnya. Kalau tidak, lanjutnya, cah cangkung rasanya nanti bisa hambar.

Hal senada juga disampaikan Mirna Rahma Aulia. Untuk bisa mendapatkan masakan cah kangkung maknyus, daun kangkung tidak boleh terlalu matang. Harus sedang-sedang saja sehingga api kompor harus sesuai.

“Supaya masakan cah kangkung lebih lezat, kami juga menambahkan dengan cumi krispi. Paduan masakan ini bisa lebih menggoda selera makan,” tuturnya.

Selain cah kangkung dan cumi krispi, ada juga masakan sushi. Masakan khas Jepang ini menjadi menu pulihan dari Anggie Avrillia Indrana ketika cooking class.

Dia beserta teman-temannya dengan detail memilih isi sushi, menggulung, memotong, menyajikan, dan proses menghias. “Kesulitan yang menjadi tantangan kami adalah saat proses menggulung dan memotong sushi kecil-kecil,” katanya, sambil meletakkan potongan sushi di piring hias.

Tapi, menurutnya, kesulitan ini terasa lebih ringan karena bantuan dari teman-teman sekelas. “Semoga pas menyajikan nanti, tampilan sushi ini lebih menyakinkan juri,” harapnya. (Ichwan Arif)