Agar Tak Tergantikan Robot, Tenaga Medis Harus Penuhi Aspek-Aspek Ini

211
Pasang Iklan Murah
Para panelis. (R3W/PWMU.CO)

PWMU.CO – Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mengadakan Seminar dan Workshop Keperawatan bertajuk “Penatalaksanaan Early Warning Score dan Aktivasi Sistem Emergency Code Blue di Rumah Sakit Sesuai Standart Akreditasi SNARS Edisi I” di Hotel Amaris Surabaya, Sabtu-Ahad (23-24/02/19).

Sebanyak 60 peserta dari beberapa rumah sakit yang tergabung dalam Jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA) se-Jawa Timur turut hadir dalam acara ini.

Ketua Panitia Liulin Nuha SKep Ns berharap, dengan diadakannya pelatihan ini tidak ada lagi kejadian pasien yang tiba-tiba mengalami apneu (henti napas) tanpa diberikan pertolongan dengan tepat. “Begitu pula pasien dengan risiko henti jantung (cardiac arrest), semoga bisa mendapatkan penanganan dengan tepat pula,” ujarnya daam sambutan.

Sementara itu, Sekretaris MPKU PWM Jawa Timur Dr Mundakir MKep berpesan, perawat Muhammadiyah harus memiliki aspek humanitas, kreatifitas, serta kerjasama yang bagus dalam memberikan asuhan keperawatan, sehingga dapat menjadi pembeda dengan robot.

“Agar kelak, profesi perawat ini tidak dapat digantikan oleh robot. Sebagaimana beberapa profesi yang saat ini sudah dapat digantikan oleh robot,” kata dia.

Fuad Muzakki SKep Ns, salah seorang perawat Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik yang mengikuti acara ini mengaku senang bisa mengikuti kegiatan hingga tuntas. “Acaranya bagus dan bermanfaat. Kami bisa menambah ilmu untuk meningkatkan pelayanan pada kasus kegawatan di rumah sakit,” ungkapnya.

Senada dengan Fuad, Nofena Rida Amd Kep, perawat RS Ibu dan Anak Muhammadiyah Malang, juga tertarik dengan kegiatan ini. “Banyak ilmu yang saya dapatkan, apalagi saya masih baru satu tahun bekerja,” katanya tersenyum. (R3W)