Ternyata Jihad Politik Berhasil Menggerakkan Mesin Persyarikatan

312
Pasang Iklan Murah
Nugraha Hadi Kusuma (kiri) didampingi Ketua Tim Tamhid Masyhudi (tengah) dan Wakil Ketua PWM Jatim Syamsuddin. (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Tim Jihad Politik Muhammadiyah Jawa Timur Nugraha Hadi Kusuma menyatakan jihad politik ini adalah ikhtiar untuk membenahi kondisi bangsa Indonesia yang sedang sakit.

Hal itu disampaikan Nugraha dalam acara Regional Volunteer Training (RVT) di Aula Mas Mansyur Gedung Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Ahad (24/2/19).

iklan

Nugraha juga mengakui dampak internal dari jihad politik yang dilakukan Muhamamdiyah. “Gambaran yang tampak hari ini tidak pernah terbayangkan pada kurun waktu 20 tahun yang lalu. Di mana sekarang ini mesin persyarikatan Muhammadiyah hidup di seluruh Jatim.

Bayangkan, sambungnya, kini 38 kabupaten/kota dengan 666 kecamatan dan 8100 desa di Jatim, serta 86 ribu tempat pemungutan suara (TPS) berada dalam ‘kendali’ Muhammadiyah. “Ini sesuatu yang dulu tidak pernah terbayangkan sebelumnya,” katanya.

Bahkan, kata dia, di daerah yang belum ada Muhammadiyah pun jihad politik Persyarikatan tetap bergairah. “Inilah yang disebut dengan menembus batas kemustahilan,” tegasnya.

Sebelumnya, cerita dia, pada tanggal 20 April 2018 lalu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim mengamanatkan Nadjib Hamid dan Zainuddin Maliki untuk mulai membangun fondasi dasar gerakan jamaah dan dakwah jamaah dalam bidang politik.

Ia melanjutkan, Nadjib Hamid didorong maju sebagai calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Dapil Jatim dengan nomor urut 41. Sedangkan, Zainuddin Maliki didorong maju menjadi calon DPR RI Dapil Lamongan-Gresik dengan nomor urut 2.

“Nah, saat ini kita mulai berbaris rapi berpolitik atas dasar keislaman dan akhlakul karimah. Mari, kita lawan politik transaksional dengan sistematika politik nilai ini,” serunya.

Pria asal Malang itu bersyukur, jihad politik ini telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat untuk secara bersama-sama berikhtiar membenahi kondisi bangsa yang sedang sakit. Utamanya di tengah maraknya politik isi tas.

“Kini, para pedagang gorengan, guru TK, takmir masjid, mulai bergerak secara utuh menyumbang tenaga, urunan uang banner dan lainnya atas nama Islam dan Muhammadiyah untuk membangun kejayaan bangsa melalui agenda jihad politik ini,” ungkapnya.

Nugraha juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pejuang jihad politik Persyarikatan yang hadir memadati aula. “Kita di sini orang terpilih dan dipilih oleh Allah SWT,” ucapnya. (Aan)