Pelajaran Bahasa Inggris Pindah ke Pasar, Ini yang Mereka Cari

247
Pasang Iklan Murah
Ali/pwmu.co
Siswa Smamsatu mewawancarai penjual lupis di pasar.

PWMU.CO-Siswa SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) berombongan menuju Pasar Gresik, Rabu (27/2/2019) pagi. Mereka sedang belajar di luar kelas.

”Hore… kita bisa jalan-jalan ke pasar,” teriak Mohammad Jundi Luthfi (kelas XI Bahasa) gembira ketika guru Bahasa Inggris M. Ali Safa’at mengajak mereka keluar kelas.

iklan

Guru Ali Safa’at menginginkan anak-anak punya wawasan yang luas dan bisa bersosialisasi dengan masyarakat, ketika belajar langsung di luar kelas.

Dalam kegiatan kelas tersebut, siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Satu kelompok berisi empat siswa. Tugasnya mewawancarai para pedagang pasar kemudian disusun menjadi biografi. Hari itu materi pelajaran tentang biografi.

Menyebarlah siswa mencari pedagang yang bersedia diwawancarai. Ada yang menemui pedagang semanggi. Kelompok lain mewawancarai penjual lupis klanting. Usai wawancara mereka membeli jualannya.

Ryan Duborff Ulrich, guru tamu dari American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) mengapresiasi kegiatan kelas ini.

It’s pretty well activity. The Students will get a lot of knowledge but not exact or specific. Moreover, they will know that the environment is broad,”  katanya. Menurut dia, ini benar-benar kegiatan yang sangat bagus. Siswa-siswi mendapatkan banyak pengetahuan, tidak hanya yang khusus Bahasa Inggris. Mereka akan tahu bahwa ternyata lingkungan itu begitu luas.

Yuki Heriyanto, salah satu siswi yang ikut kegiatan kelas ini sependapat dengan Ryan. ”Ini benar-benar menyenangkan. Saya merasa tidak bosan mengikuti kelas seperti ini,” komentarnya.

”Saya  menjadi tahu, ternyata menjadi penjual itu susah. Mereka harus bangun pagi, berangkat ke pasar naik bus. Ternyata rumah mereka jauh dari pasar,” kata gadis yang mewawancarai penjual lupis dari Lamongan.

Siswa lain Qoonita Rizka Syafana merasa senang dengan mengikuti kelas ini, karena bisa membantu orang lain.

”Saya tadi mewawancarai penjual semanggi asal Benowo, Surabaya. Namanya Mbah Kasiyati. Umurnya 60 tahun. Saya jadi tahu banyak riwayat hidupnya. Saya senang bisa membantu membeli semangginya,” katanya. (MAS)