TK Ini Hadirkan Lima Guru Tamu Sekaligus untuk Motivasi Siswa, Ada Polisi yang Pernah Mbecak

136
Pasang Iklan Murah
Iptu Khairul Alam SH bersama Almahyra Medina Kirani dan Ashalina Mecca Kinanti. (Endang/PWMU.CO)

PWMU.CO – Serangkaian acara digelar oleh TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) Gresik selama Kegiatan Tengah Semester II, Kamis-Sabtu (28/2-2/3/19).

Nonton bareng (nobar) adalah kegiatan di hari pertama KTS. Di aula anak-anak diputarkan video edukasi tentang kejujuran di zaman Khalifah Umar Bin Khattab.

iklan

Tema nobar kali ini adalah tentang akhlak terpuji yakni kejujuran. “KTS ini tidak lepas dari acara nobar, dari sini kami ingin memberikan edukasi mengenai konsep kejujuran melalui film,” terang Kurniawati AMa, Kepala TK Aisyiyah 36 PPI.

Menurutnya, pendidikan karakter juga bisa dicontohkan melalui film, karena anak-anak sekarang lebih dekat dengan teknologi.

Kegiatan di hari kedua adalah mendengarkan paparan guest teacher (guru tamu), Jumat (1/3/19). Ada lima wali siswa dengan berbagai berprofesi dihadirkan, yaitu karyawan di dinas pertanian, dokter gigi, koki, pengusaha telur asin, dan polisi.

Satu persatu mereka maju menjelaskan profesi masing-masing di depan para siswa. Diawali dari dokter gigi Arnita Anggraini yang menjelaskan bagaimana cara menjaga gigi agar tetap sehat. Dia juga menerangkan bagaimana cara menyikat gigi yang benar kepada anak-anak.

drg Arnita Anggraini saat menjelaskan cara menyikat gigi. (Endang/PWMU.CO)

Tampil di urutan kedua adalah Iptu Khairul Alam SH, Waka Satlantas Polres Gresik. Dia menjelaskan apa saja kerja polisi. “Anak-anak harus rajin belajar dan disiplin biar nanti bisa jadi polisi,” ucapnya.

Dia berkisah, karena kegigihannya sejak usia muda, dia bisa jadi polisi seperti sekarang. Sejak awal dia bercita-cita tak ingin menuntut ilmu hanya sampai SMA. “Tahun 1997, saat kelas III SMA, saya mengikuti tes polisi,” ujarnya.

Setelah diterima menjadi polisi, anak ke enam dari enam bersaudara ini melanjutkan lagi pendidikannya, kuliah di bidang hukum.

Kepada para siswa, dia berpesan: “Anak-anak jangan takut sama polisi, karena polisi itu sahabat masyarakat, sewaktu-waktu dibutuhkan akan segera datang. Dari situ kita juga akan dapat pahala dari Allah,” ujar pria asal Madura yang semasa SMA pernah menjadi tukang becak ini.

Sikap bekerja keras dan tidak mudah menyerah juga dia jelaskan kepada anak-anak agar bisa tercapai cita-cita kelak.

Di sela-sela acara, dia mengajak siswa untuk maju menyanyi ke depan. Beberapa siswa maju ke depan bergantian, termasuk si kembar Almahyra Medina Kirani dan Ashalina Mecca Kinanti yang menyanyi lagu Pak Polisi.

Windy Budiarty sedang memberikan bibit bayam kepada siswa. (Endang/PWMU.CO)

Sementara itu, Eka Novita Sari, snag pengusaha telur asin, di depan anak-anak menjelaskan bagaimana proses membuat telur asin. Tak lupa dia membawa beberapa telur, yakni telur mentah yang dilapisi abu gosok dan garam, serta telur asin yang sudah matang.

Pengenalan profesi keempat disampaikan Evi Anggraini, seorang pengusaha kuliner. Dengan mengenakan celemek, dia mempraktikkan cara membuat salad.

Satu persatu buah-buahan yang sudah dipotong dari rumah dimasukkan ke dalam wadah besar. Kemudian buah-buahan tersebut dilumuri mayones dan parutan keju. Selanjutnya, hiasan dari potongan anggur, jeruk, kiwi, dan rambutan ditambahkan untuk mempercantik tampilan salad.

Penampilan Windy Budiarty, karyawan UPT Wilayah IV Dinas Pertanian Kecamatan Sidayu menutup acara. Setelah menerangkan profesinya kepada para siswa, dia mengajak beberapa anak ke depan untuk mempraktikkan menanam dengan cara hidroponik.

Kurniawati menjelaskan, kegiatan ini diadakan untuk mengenalkan tentang berbagai macam profesi kepada anak-anak. “Melalui paparan dari masing-masing guest teacher anak-anak dapat mengetahui apa tugas dari masing-masing profesi,” jelasnya.

Dia berharap kehadiran guest teacher ini bisa menjadi motivasi kepada para siswa untuk menggapai cita-cita mereka. (Anik)