Cerita Mendebarkan dan Lucu di Balik Penampilan Operet Mini ‘Kepingin Ikut Lomba’

120
Pasang Iklan Murah
Penampilan Operet Mini Kepingin Ikut Lomba. (MN/PWMU.CO)

PWMU.CO – Abdul Aisy Abrisam, Siswa SD Muhammadiyah 12 Gresik, begitu enerjik saat menyapa penonton dan para ‘pejabat’ Muhammadiyah seperti Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik Ir Dodik Priyambada SAkt dan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Prof Dr Ir Setyo Budi MS, dalam pembukaan Festival Faqih Usman (FFU) Ke-3, Sabtu (2/3/19).

Aisy menjadi pembuka prolog dalam operet mini berjudul Kepingin Ikut Lomba. Bersama enam pemain lainnnya dari SD Muhammadiyah 2 Gresik alias SD Muda Ceria, ia membuat Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) riuh rendah oleh tepukan dan tawa.

Keenam teman Aisy (kelas IV), adalah Rabbani Maulana (kelas V), M. Saddam Attailah (kelas III), Salsabila Fajriyah (kelas IV), Zahra Aulia Wisnu (kelas IV), Sheryl Jessika (kelas IV), dan Aflah (kelas V).

Aku yo pingin ikut lomba koyok konco-konco yang hadir di sini (aku ingin ikut lomba seperti teman-teman di sini),” ujarnya Aisy di depan hadirin, di sambut tepuk tangan. Kedua ‘pejabat’ Muhammadiyah di atas juga disapa oleh Aisy.

Setelah dia melontarkan kalimat pembuka itu, pemain lainnya menimpali kalimat yang memotivasi dirinya. “Bisa, tapi harus dengan belajar giat dan berusaha,” ujarnya, langsung disambut tepuk tangan penonton.

Dalam operet ini, ketujuh anak terbagi dalam dua kelompok. “Kelompok pertama adalah anak kampung, yang kepingin ikut lomba, sambil menyanyikan lagu daerah,”
tutur Sri Wahyuni SAg MPd, guru theater SD Muda Ceria.

Karena ini festival, sambungnya, kelompok kedua adalah anak yang ikut lomba, sambil menyanyikan lagu modern.

Di bagian akhir, ketujuh siswa yang terdiri dari empat laki-laki dan tiga perempuan ini menyanyikan lagu Meraih Bintang yang dipopulerkan Via Vallen saat Asian Games 2018.

Lagu enerjik yang memotivasi ini menjadi penutup operet sekaligus jadi lagu yang menyemangati peserta FFU Ke-3 dalam mengikuti kompetisi

Sri Wahyuni menjelaskan, di balik penampilan memukau itu, ternyata ada kisah yang cukup mendebarkan. Juga lucu.

Menurut Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PDM Gresik itu, persiapan ketujuh anak itu untuk menyiapkan operet tersebut cukup singkat. “Saya melatih anak-anak hanya lima hari, mulai dari hari Senin. Semua ini adalah proses,” jelasnya.

Guru yang telah mengajar selama 40 tahun ini mengungkapkan, SD Muda Ceria mempunyai pelajaran intrasekolah teater, sehingga anak-anak terbiasa tampil luwes di atas panggung.

Nah yang menurut dia mendebarkan, saat terjadi perubahan jadwal acara pada H-1. Di awal yang ditunjuk memberi sambutan harusnya adalah Ketua PDM Gresik Dr TaufiqullahMPdI dan Dodik Priyambada.

“Ternyata, ada kabar dari panitia bahwa Pak Taufiq tidak bisa datang. Jadi yang disapa ketika acara pembukaan adalah Prof Budi,” ujarnya. Dia khawatir Taufiqullah masih disebut, tapi ternyata tidak salah.

Pengajar teater sejak tahun 1991 ini juga menceritakan, Sabtu (2/3/19) pukul 06.30 WIB para pemain sudah bersiap dan berkumpul di sekolah. Namun sampai pukul 8.00 WIB, Aflah, salah satu pemain, belum datang juga.

“Akhirnya kepala sekolah menjemputnya ke rumah. Rupanya dia ketiduran,” ceritanya sambil terpingkal.

Kegiatan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) ini diselenggarakan Majelis Dikdasmen PDM Gresik yang bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Guru SD UMG. (Ichwan Arif/Fillah)