UMG Gelar Sertifikasi Awak Kapal

153
Pasang Iklan Murah
Ali Yusa, dosen UMG, memberikan materi di kegiatan Sertifikasi Pengawakan Kapal 2019.

PWMU.CO-Program Studi (Prodi) Teknik Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya mengadakan Sertifikasi Pengawakan Kapal Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 mil pada 21-26 Februari 2019.

Acara bertempat di Gedung Bhawarasa dan Aula Politeknik Negeri Banyuwangi. Program pemberdayaan masyarakat pesisir di Jawa Timur itu diikuti oleh 235 orang berasal dari Trenggalek, Tulungagung, Jember, Situbondo dan Banyuwangi. Semua peserta dinyatakan lulus dan berhak memperoleh SKK 30 mil.

iklan

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Keselamatan Angkutan Laut Bidang Perhubungan Laut  Ninik Rosnanik  menjelaskan, acara ini diberikan gratis agar menjadi pelecut semangat masyarakat pesisir di sekitar Jawa Timur untuk menaati standar keselamatan pelayaran. Juga memberikan pengetahuan dan wawasan serta pengetahuan tentang legalitas pelayaran.

Kegiatan ini, sambung dia, diharapkan mampu menyiapkan sumber daya manusia di bidang operator kapal yang andal.  Juga pembinaan pemerintah terhadap operator kapal wisata sehingga para operator memiliki kemampuan dan legalitas dalam melaksanakan kegiatan hariannya.

”Selain itu, kata dia, sertifikasi ini untuk peningkatan Indek Pembangunan Manusia bagi masyarakat pesisir, serta berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kapal wisata,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan di hari pertama  Wakil Bupati Trenggalek M Nur Arifin, yang akrab disapa Gus Ipin. Dia mengapresiasi kegiatan tersebut. Pada kesempatan ini Gus Ipin disaksikan Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya  Suwaji Sentot SE MM memberikan sertifikat SKK kepada 100 orang yang hadir dan dinyatakan lulus di kegiatan tersebut.

Hadir pula di hari terahir kegiatan Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi didampingi Kepala Seksi Kepelautan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya Kapten Faizal memwisuda 135 peserta.

Dosen Program Studi Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa MT berharap, kegiatan ini dapat menjadi kegiatan masif untuk masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai pelaku usaha di bidang maritime. Kini  jumlahnya lebih dari 300.000.

”Dengan pemberdayaan ini maka kompetensi pekerja maritim ini akan meningkat dimana IPM masyarakat pesisir juga akan meningkat. Dengan kompetensi yang meningkat maka kesejahteraan akan meningkat karena risiko yang dihadapi selama pelayaran juga semakin berkurang,” tuturnya.

Yusa berharap ke depan kegiatan ini dapat menyentuh seluruh warga Jawa Timur yang bekerja sebagai operator kapal dan menjadikan provinsi ini sebagai pusat pengembangan kompetensi kemaritiman di Indonesia.

Yusa juga bersyukur bisa mengantarkan mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan UMG lulus dan bersertifikat resmi menjadi nakhoda dalam ujian sertifikasi SKK 30 mil tahun 2018 yang lalu.

“Mahasiswa Teknik Perkapalan punya jejaring dan berani melakukan kolaborasi dengan pihak manapun, punya kepekaan sosial dan bisa membangun kultur maritime,” kata Yusa yang juga sebagai pemateri di kegiatan tersebut. (Tsalis)