Dengan Cakram Piring Plastik, Olahraga Itu Berlangsung Asyik

244
Pasang Iklan Murah
Ali/pwmu.co
Mr DJ menjelaskan olahraga lempar cakram.

PWMU. CO-Sebanyak 30 siswa-siswi kelas XI MIPA 1 International Class Program (ICP) SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu) mengikuti pelajaran olahraga di lapangan sekolah, Selasa (5/3/2019).

Mereka tampak sangat serius mendengarkan penjelasan guru olahraga Drs Djami’at. Hari itu pelajaran lempar cakram.

”Tolong diperhatikan baik-baik. Dalam olahraga lempar cakram, ada dua gaya yang biasanya digunakan. Gaya samping dan gaya belakang,” ujar dia. ”Jangan sampai salah. Kalau salah, pasti akan keliru arah lemparannya,” sambungnya sambil memberi contoh.

Tapi ada benda aneh di tangannya. Benda yang disebut cakram itu ternyata piring plastik. Tepatnya dua piring plastik warna hijau yang direkatkan jadi satu dengan selotip. Dengan cakram KW ini jadilah pelajaran olahraga itu berlangsung dengan pedenya.

Cakram asli terbuat dari kayu dibentuk piring berbingkai sabuk besi. Atau terbuat dari karet hitam padat. Beratnya 2 kg untuk putra dan 1 kg untuk putri.

”Sebenarnya sekolah punya cakram asli,” kata Mr DJ, panggilan akrab Djami’at. ”Dulu pas latihan ada anak terkena lemparan cakram sehingga cedera. Akhirnya kita buat cakram piring palstik ini yang aman untuk pelajaran,” sambungnya.

Kondisi lapangan yang terbuat dari cor, ujar dia, juga membuat cakram asli bisa cepat rusak ketika dilempar jatuh ke lantai semen. Lempar cakram asli dipakai jika mengikuti pertandingan.

Para siswa senng saja memakai cakram piring plastik. Prinsipnya paham teori dan praktik lempar cakram. “Seru dan menyenangkan sekali. Kita berlatih melempar cakram sesering mungkin dan tanpa takut lemparan tersebut akan mencederai orang,” kata Riza Biokta, siswa.

”Ini juga sangat kreatif. Terpenting kita tetap mendapatkan materi bagaimana melempar cakram yang benar,” tambahnya.

Siswa lainnya Fetty Indriani mengatakan, sekali waktu inginmencoba cakram asli. ”Kalau saya inginnya bisa melempar cakram sesungguhnya, biar tidak kaget, ketika nanti menjadi atlet,” katanya.

Tapi dia mengapresiasi kreativitas gurunya itu. ”Karena ide kreatif, kita semua bisa melakukan kegiatan olahraga lempar cakram ini dengan lancar,” tandasnya. (M. Ali Safa’at)