Agar Tak Tergantikan Google, Begini Seharusnya Guru

69
Pasang Iklan Murah
Arbaiyah Yusuf (Aan.PWMU.CO)

PWMU.CO – Peran dan posisi guru akan tergantikan oleh Google apabila seorang guru tidak memiliki rasa menjadi seorang pendidik. Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dra Arbaiyah Yusuf mengingatkan itu ketika mengisi sesi materi Rapat Kerja (Raker) Kepala SMA-MA Muhammadiyah Se-Jatim Tahun 2019 di Surabaya Suites Hotel, Sabtu (9/3/19).

Bu Ar—sapaannya—mengatakan, sekarang ini perkembangan dunia digital sangat dominan mempengaruhi model atau pola komunikasi. Perkembangan dunia digital juga membuat penyebaran ilmu pengetahuan menjadi semakin terbuka luas.

“Kini, siswa di pelosok desa asal terkoneksi dengan internet bisa mengakses informasi dan ilmu pengetahuan secara mudah. Bahkan, dunia digital bisa menggantikan posisi guru dalam memberi informasi dan ilmu pengetahuan,” katanya.

Lalu, di manakah peran dan posisi dari guru di era 4.0? Menurut dia, yang tidak mungkin tergantikan dari sosok guru adalah rasa menjadi seorang pendidik.

“Ilmu pengetahuan itu bisa kita cari di Hoogle. Tapi massage atau rasa guru itu tidak mungkin bisa. Itu poin penting dari guru era 4.0,” ungkapnya.

Maka dari itu, Bu Ar mendorong kepala sekolah Muhammadiyah tetap mengajar siswa didiknya di kelas agar rasa menjadi seorang pendidik tetap ada. “Saya akan wajibkan kepala sekolah Muhammadiyah tetap mengajar. Meski cuma satu jam tiap harinya,” paparnya.

Wanita asal Ponorogo itu mengungkapkan, sekolah Muhammadiyah masih memiliki pekerjaan rumah dalam upaya peningkatan mutu lembaga menghadapi era 4.0 ini. Salah satunya adalah bagaimana mencetak smart sumber daya manusia (SDM).

“Problem sekolah Muhammadiyah di era 4.0 adalah segi penciptaan budaya lembaga, kurikulum, model pembelajaran, penyediaan sarana prasarana, dan perpustakaan. Nah, kita butuh SDM yang cerdas,” tegasnya.

Di akhir paparannya, Bu Ar menginginkan agar sekolah Muhammadiyah mampu menjadi pemenang atau leader dalam pendidikan era 4.0.

“Jangan kita sekadar mengejar ketertinggalan dari negara maju terus. Sudah saatnya kita jadi leader dan pemenang,” ujarnya. (Aan)