Era Disrupsi: Pemuda Muhammadiyah Dituntut Wujudkan Pendekatan Dakwah yang Relevan

91
Pasang Iklan Murah
Pemukulan gong oleh Dikky Syadqomullah. (Ian/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Gresik menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) XVI di Hotel @HOM Premiere Gresik Kota Baru (GKB) Sabtu-Ahad (9-10/3/19).

Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur Dicky Shodqmullah SHI MHES hadir membukaan acara, Sabtu. Dia didampingi Sekretaris Edi Utomo, Bendahara Muhammad Fakhruddin, Wakil Ketua Bidang Organisasi Syaikhu Islam, Sekretaris Bidang Organisasi Shofan Haryanto, Wakil Ketua Bidang Hikmah Syamsul Hadi.

Dalam sambutannya Dicky menegaskan empat peran kader Pemuda Muhammadiyah. Pertama, semua Pemuda Muhammadiyah adalah pribadi-pribadi yang religius dan terus memerjuangkan kepentingan umat dan agama.

“Makanya, kader Pemuda harus suka ngaji supaya wawasan keagamaannya makin baik,” pesannya.

Kedua, sambung Dicky, dalam dimensi sosial Pemuda Muhammadiyah merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat.

Ketiga, dia mengupas soal dimensi ekonomi. “Dalam kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur periode ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas keekonomian kader. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan bersinergi dengan beberapa pihak untuk membangun jaringan usaha dan ekonomi kader,” terangya.

Keempat, adalah dimensi kebudayaan. Menurutnya, dimensi ini sangat penting terutama dalam mewujudkan pendekatan dakwah yang relevan di era mutakhir ini. Dicky menjelaskan, di era disruption (disrupsi) ini merupakan fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya.

Fenomena ini, menurut dia, berkembang pada perubahan pola dunia bisnis. Kemunculan transportasi daring adalah salah satu dampaknya yang paling populer di Indonesia.

“Kita harus bisa segera beradaptasi, dan mengenali bagaimana keadaan sekarang yang penuh dengan perubahan. Tidak lagi sekadar berubah, melainkan langsung bergeser atau menggantikan yang sudah berdiri sebelumnya dalam waktu yang cepat,” ungkapnya

Pergeseran segmen konsumen yang sebelumnya generasi X kini menjadi generasi milenial memerlukan pengembangan dari berbagai aspek termasuk layanan.

Jika kita mengikuti perkembangan selama ini yang terjadi, kita akan menyadari kalau tanda-tanda perubahan tersebut sudah terbaca sejak beberapa tahun lalu.

Sebelum menutup sambutannya PWPM Jawa Timur mengajak seluruh Pemuda Muhammadiyah bersinergi dan bersatu, untuk berlomba dalam kebaikan, “Kelulusan yang pertama bagi para Pemuda Muhammadiyah adalah kelulusan agama,” ucapnya.

Dicky pun membuka Muysda XVI Pemuda Muhammadiyah Gresik dengan memukul gong. (Ian Ianah/Soewandi)

iklan