Ini Ramalan-Ramalan Nabi yang Benar Terjadi

451
Pasang Iklan Murah
Pengajian PCM Pare dengan penceramah Ketua DDII Malang Andri Kurniawan.

PWMU.CO-Membanjirnya hoax yang berisi kebohongan dan kebencian bakal menjadi fitnah besar yang menghancurkan bangsa. Dengan hoax akan dimanfaatkan sekelompok orang untuk menguasai negeri ini.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Malang Ir Andri Kurniawan MAg dalam pengajian PCM Pare Kediri bertempat di Klinik Rawat Inap Pelayanan Medik Dasar  Siti Fatimah, Ahad (24/3/2019).

iklan

”Hoax itu semakin menjadi-jadi bisa bermakna al fitnah,” ujar Andri. ”Fitnah itu sangat luas sekali artinya. Bisa bermakna segala macam bentuk kesyirikan, kemungkaran, kemaksiatan, kesewenang-wenangan, ketidakadilan, kebohongan, kriminalisasi ulama,” kata dia memaparkan.

Mengutip hadits Andri mengatakan, Nabi Muhammad saw berkata, kalian nanti akan menyaksikan peperangan-peperangan, sehingga banyak penduduk sipil yang mengungsi, diserang oleh musuh Islam memperebutkan dinar dan dirham.

Dahulu Nabi Muhammad telah memprediksi, kata dia, sekarang sejarah terulang kembali. Peperangan menghancurkan dunia Arab juga akibat hoax yang dibuat oleh AS dan Israel. ”Kini kita lihat produksi hoax tidak terkendali dan menebar permusuhan. Itulah yang disebut huru-hara di akhir zaman,” tuturnya.

Andi mengatakan, fitnah lainnya adalah fitnatul saro’ berupa rebutan kemewahan. ”Setiap individu ingin berebut memperoleh kemewahan. Maka Nabi bersabda setiap umat itu ada fitnahnya atau ujiannya. Ujian bagi umatku adalah maal atau harta. Dengan harta, umat menjadi besar dan hidup berkecukupan. tetapi sebaliknya dengan harta pula umatku akan saling cakar sehingga nyaris hancur berantakan. Kalau fitnah harta itu sudah muncul maka benar-benar akan menguntungkan Golkaf alias Golongan Kafir,” papar dia.

Irak, Syria, Mesir, Yaman, Afghanistan, semuanya hancur, sambung dia, karena dipermainkan negeri Barat yang ingin menguasai tambang minyak. ”Indonesia juga negeri kaya sumber daya alam juga menjadi incaran dengan dikuasainya tambang-tambang oleh asing,” tandasnya.

Diterangkan, Nabi Muhammad saw mengatakan, hampir-hampir kaum kafir saling mengajak untuk menyerang kalian dari segala arah. Seorang sahabat bertanya, wahai Rasulullah, apakah jumlah kami saat itu minoritas? Nabi menjawab, tidak. Bahkan kalian mayoritas, tetapi kualitasmu seperti buih di lautan,” ujarnya. (Dahlansae)