Ini Upaya MDMC agar Bisa Beroperasi pada Misi Kemanusiaan Internasional

38
Hikmah Press
Budi Setiawan (tengah). (Istinewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan Workshop Penyusunan Standard Operation Prosedure (SOP) untuk Emergency Medical Team (EMT) di Graha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta, Kamis (28/3/19).

Agenda membahas finalisasi SOP untuk tim medis darurat tersebut dihadiri oleh dr Peter Archer, Mentor MDMC dari AUSMAT Australia dan tim medis dari berbagai RS Muhammadiyah/Aisyiyah di Indonesia.

iklan

Hadir pula dr Ekasakti Octohariyanto dari Persatuan Dokter Emergency Indonesia (PDEI), dan Gede Yogadhita dari WHO Kantor Indonesia.

Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan mengatakan, pihaknya saat ini terus berusaha untuk bisa memenuhi target finalisasi dan verifikasi SOP untuk EMT.

Hal itu agar tim medis Muhammadiyah yang akan beroperasi dalam misi kemanusiaan internasional bisa memenuhi standar. Tim juga bisa terverifikasi oleh lembaga yang diakui internasional.

“Maka, saya berharap agar semua pihak bisa terus bersinergi dan bekerjasama untuk bisa dengan segera menyelesaikan SOP MET ini,” katanya ketika dihubungi PWMU.CO.

Sementara itu, Gede dalam sambutannya menyampaikan kekagumannya dengan kinerja MDMC dalam finalisasi SOP. Pasalnya, dalam kurun waktu dua bulan ini MDMC telah mampu menyelesaikan 90 buah SOP untuk tim medis darurat.

“Apresiasi yang tinggi buat MDMC karena telah mampu membikin 90 SOP untuk misi Internasional,” ungkapnya.

Di sisi lain, dr Corona Rintawan, personil Divisi Diklat MDMC PP Muhammadiyah yang menggawangi proses sertifikasi EMT ini berharap bisa menuntaskan semua SOP yang diperlukan untuk EMT di level 1dalam workshop kali ini.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari perjalanan yang cukup panjang. Yang mana, setelah pembahasan SOP ini kita akan bergerak untuk pemenuhan perangkat tim, rekruitmen personil tim, serta pelatihan-pelatihan,” urainya.

Adapun kegiatan workshop ini didukung oleh Kementrian Kesehatan, Lazismu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah dan WHO. (Aan)