Sesulit Apapun Medan yang Dihadapi, Pandu HW Pantang Tinggalkan Shalat

60
Hikmah Press
Yusman (kanan) memberIkan materi. (Fajar/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kader Hizbul Wathan (HW) harus mampu mengaplikasikan sebaik-baiknya ibadah kepada Allah SWT. Yakni taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Juga mengikuti sunah Rasulullah SAW dalam tuntunan amaliyah beliaulah yang menjadikan syafaat kita di akhirat kelak.

Yusman menyampaian hal itu dalam Pendidikan dan Latihan (Diklat) Dewan Sughli Wilayah (DSW) Jatim yang digelar Kwartir Wilayah (Kwarwil) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Jawa Timur.

Diklat berema “Membangun Jiwa Leadership demi Mewujudkan Kader HW yang Berintegritas” tersebut dilaksanakan di Kantor Lembaga Pengembangan Ekonomi (LPW) Jalan Jemursari Selatan IV No. 16 Surabaya, Jum’at-Ahad (29-31/3/19).

Sebanyak 25 Pandu HW Penghela dan Pandu HW Penuntun mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Blitar, Situbondo, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Lamongan, Jember, Batu, Malang dan Ponorogo.

Di hadapan peserta Diklat DSW Sabtu (30/3/19), Ramanda Yusman—panggilan akrabnya di HW—menjelasakan bahwa ibadah itu secara garis besar ada dua. Ibadah umum, yakni setiap amal yang diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT dan ibadah khusus, yaitu ibadah yang ata caranya telah ditentukan secara terperinci oleh Allah SWT.

“Kabar bahagia bagi kita kader HW yang selalu beramaliyah sesuai dengan Alquran dan Alhadits, terlebih pada urusan ibadah, contohnya ialah melaksanakan shalat di mana syarat sahnya shalat juga tergantung pada cara kita dalam berwudhu,” jelasnya.

Apabila wudhlu kita benar sesuai tuntunan Alquran dan sunah Rasulullah SAW, sambungnya, maka kabar baiknya adalah kita akan mendapat ganjaran sesuai dengan janji Allah pada setiap hamba yang selalu ingin mendekatkan diri padanya. “Maka Pandu HW siap berbahagia melaksanakan ibadah kepada Allah dimana saja” jelas pria asli Bojonegoro ini.

Oleh karena itu, dia melanjutkan, di manapun dan kapanpun, kewajiban shalat tetap menjadi kebutuhan kader HW dalam mencapai surga Allah. “Kader HW tidak akan pernah meninggalkan shalat entah dalam kondisi yang sulit dan tidak memungkinkan. Seperti diperjalanan, dalam kendaraan,” tegasnya.

Dia menegaskan, Pandu HW harus terus mempelajari ibadah praktis agar tidak ragu-ragu dalam melaksanakannya. “Baik yang wajib maupun yang sunah sesuai tuntunan Alquran dan Assunah,” pesanya. (Fajar/Yayan/MHR)

iklan