Curhatan Nasyiah Sangkapura Ini Dibalas Kesiapan PWNA Jatim Berkunjung ke Bawean

112
Hikmah Press
Nyimas Mutmainah saat curhat. (Ian Ianah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur melakukan turba (turun ke bawah) ke Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik, Ahad (31/3/19).

Turba PWNA Jatim digelar berbarengan dengan tiga agenda lainnya yaitu kegiatan Triwulan PDNA Gresik, Launching Buana Padi dan Seminar Ekonomi Bisnis Online, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh 14 Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) dari 18 PCNA yang ada di Kabupaten Gresik.

iklan

Fuadah menjelaskan, Nasyiah harus mengoptimalkan gerakannya dengan penguatan kompetensi yaitu meningkatkan penguasaan soft skill dan hard skill kader di segala bidang, memasifkan publikasi, dan berbasis komunitas. “Itu bagian stratergi perjuangan di zaman now,” ujar Wakil Ketua PWNA Jatim yang membidangi Departement Ekonomi itu.

“Basis kegiatan Nasyiatul Aisyiyah itu berada di cabang dan ranting,” kata Wakil Ketua PWNA Jatim Fuadah saat memberikan materi turba.

Dia menjelaskan, kegiatan di cabang dan ranting harus berprinsip mengenalkan, menggembirakan, dan memberdayakan kader Nasyiah—pangglan singkat Nasyiatul Aisyiyah. “Juga harus terjangkau dan berkelanjutan namun tetap berpegang teguh pada asas gerakan Nasyiah,” ujarnya.

Tiga peserta dari Sangkapura saat diminta maju oleh MC. (Istimewa/PWMU.CO)

Usai pemberian materi, turba diisi dengan laporan perkembangan cabang dan ranting serta curhat antara PDNA dan PCNA se-Kabupaten Gresik kepada PWNA Jatim.

PDNA Gresik misalkan, melaporkan jika personil PDNA Gresik masih aktif semua. Juga berhasil menghidupkan kembali tiga PCNA yang sempat mati suri yaitu Manyar, Kebomas, dan Bungah.

“Selain itu PDNA Gresik memiliki BUANA (Badan Usaha Amal Nasyiatul Aisyiyah) PAUD, Pashmina (pelayanan Remaja Sehat Milik Nasyiatul Aisyiyah), Klinik Sains, dan BUANA Padi yang barusan di-launching,” Kiki Rizki Amaliah SPd, Sekretaris PDNA Gresik.

PCNA Balongpanggang melaporkan perkembangan jamaah sudah sampai ke dusun. “Kami telah memiliki kelompok drumband Harmoni Nasyiah. Satu ranting, yaitu PRNA Karangsemanding memiliki PAUD,” jelas Liza Rahmawati SPd, Ketua PCNA Balongpanggang.

Sementara itu Sekretaris PCNA Panceng Fathiyatul Izah SPd menyampaikan bahwa cabangnya memiliki BUANA berupa kantin sehat yang berada di TK Aisyiyah Banyutengah dan berhasil menjuarai lomba kantin sehat se-Kecamatan Panceng. “Alhamdulillah jumlah anggota Nasyiah Panceng juga masih banyak dari pada cabang lainnya,” lapornya.

Curhat terakhir datang dari PCNA Sangkapura Bawean. “Alhamdulillah sekarang sudah punya tiga ranting dengan jumlah anggota sekitar 40 orang,” ujar Nyimas Mutmainah AMd Keb, Ketua PCNA Sangkapura.

Meski minoritas, sambungnya, tapi pada tahun 2017 saat diundang upacara Sumpah Pemuda oleh Pemerintah Kecamatan Sangkaura, Nasyiah berhasil menguningkan lapangan karena banyaknya kader Nasyiah yang hadir dibanding ormas lainnya.

“Kami butuh bimbingan dari PDNA dan PWNA, karena selama ini kegiatan kita hanya diisi oleh pemateri dari Sangkapura saja,” curhatnya. “Kami tunggu kedatangan Yunda-Yunda di Sangkapura. Banyak teman-teman di sana yang ingin ikut kegiatan di daerah atau di wilayah, namun jarak memisahkan kita.”

Curhatan ini semakin mengharukan peserta ketika Iin, panggilan akrabnya, menceritakan perjalanannya. “Butuh waktu minimal tiga hari perjalanan kita untuk sampai di sini dan harus menyebrang lautan, yang kadang kapal juga tidak mesti tiap hari berlayar,” cerita dia.

Menanggapi curhaan itu Fuada berkomentar, “Wou saya yang ninggal anak dan suami sehari saja harus menitipkan ke ibu, apalagi yang tiga hari untuk perjalanan saja.”

Fuadah menegaskan, curhatan Nasyiah Sangkapura itu akan direspon oleh PWNA Jatim. “Cerita Yunda Iin tadi saya rekam dan saya kirimkan ke Group WhatsApp PWNA Jatim. Alhamdulillah Mbak Aini Sukriah (Ketua PWNA Jatim) menyanggupi untuk datang ke sana,” jawabnya. “Silakan buat kegiatan dan koordinasikan dengan PDNA, lalu kami akan usahakan datang ke sana.” (Afi)