Anak Hadapi Ujian, Ada Orangtua Bersikap seperti Ini

148
Pasang Iklan Murah
Ani/pwmu.co
Siswa dan orangtuanya berangkulan usai doa di acara Mabit.

PWMU.CO-SD Muhammadiyah 1 Wringinanom menggelar acara Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang bertempat di aula lantai 2 pada Selasa, (2/4/2019).

Acara dilaksanakan bakda Isya ini untuk murid kelas 6 yang berjumlah 56 anak. Dalam pelaksanaan juga menghadirkan orangtua murid.

iklan

Sebelum kegiatan, siswa berbaris di pintu gerbang menyambut kedatangan orang tua masing-masing. Satu persatu para siswa menggandeng orang tuanya untuk masuk ruang acara.

Acara ini untuk menyiapkan mental siswa menghadapi Ujian Sekolah  Berstandar Nasional  (USBN) yang berlangsung Senin-Jumat (22-26 April 2019). Dibuka dengan pembacaan surat Al Waqiah dan sambutan oleh wakil dari Majelis Dikdasmen Rahmad Syayid syuhur SHI.

”Untuk mencapai kesuksesan, tiga unsur harus disamakan visinya. Yaitu visi anak, orang tua dan sekolah. Tidak kalah penting usaha yang maksimal harus disertai doa,” tuturnya.

Sekretaris Majelis Dikdasmen ini juga menyampaikan, kesuksesan seorang anak tidak hanya dilihat dari nilai akademik baik.  Tetapi yang dikatakan sukses adalah jika anak dapat mengantarkan orang tuanya menuju surga.

Acara bertema Internalisasi Karakter Tanggung Jawab Melalui USBN ini menghadirkan trainer nasional Khoirun Nasikh SHI MHI. Dia menyampaikan menghadapi USBN ini ada empat karakter.

”Pertama, orangtua mikir ujian anaknya besok, tetapi anaknya tidak mikir alias santai saja,” katanya disambut tawa hadirin.

Kedua,  anaknya mikir ujian tetapi orangtua mengabaikan. Ketiga, anak tidak mikir, orangtua juga abai. ”Hati-hati tipe seperti ini perlu dimotivasi,” tuturnya.

Keempat, anak dan orangtua sama-sama mikir bagaimana caranya ujian besok bisa sukses. ”Tipe inilah yang harus dimiliki,” tandasnya.

Untuk mewujudkan tipe yang keempat ini orangtua dan anak saling harus bekerjasama. Jika orang tua mengajar anaknya harus dengan penuh kesabaran.

Pria yang berasal dari Panceng Gresik ini menganalogikan dengan permainan berhitung  menggunakan jari yang tidak seperti biasanya dan ditirukan peserta. Ternyata peserta merasa kesulitan sembari mencoba lagi sambil tertawa.

”Begitu juga jika kita mengajarkan kepada anak kita. Jadi gak bisa itu biasa. Ora usah diseneni,” ujarnya yang disambut tawa lagi.

Terakhir dia menyampaikan kepada peserta untuk menuliskan keinginan anak kepada orangtua. Setelah itu membacakannya di hadapan orangtuanya.

Faruq Hisyam menuliskan, keinginannya semoga ibu dan ayahnya bisa pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci, dan bisa membanggakan kedua orangtua.

Kusmiati SPd bangga dengan anaknya. ”Prestasi akademiknya biasa, tetapi shalat lima waktunya tidak pernah bolong dan yang saya bangga lagi shalat subuh selalu berjamaah di masjid,” ujarnya.

Sambutan wali murid disampaikan Dian Kusniyati SE. ”Saya aminkan keinginanan anak saya. Saya bilang terima kasih sudah membuat prioritas yangg bagus dengan membuat bangga orangtua. Tapi yang lebih utama bukan itu sebenarnya, orang tua  pinginnya kamu sukses dunia akhirat. Itu yang terpenting”.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Majelis Dikdasmen  Heri Siswanto SHI. (Ani Ummi Aida)