ABSM Petakan Bakat Calon Santri Sekolah Ini

115
Hikmah Press
Sekretaris PPDB Rakhmah menyampaikan laporan kepada calon santri dan orangtua (Moh. Anis/PWMU.CO)

PWMU.CO-Aisyiyah Boarding School Malang (ABSM) memetakan calon santri baru Tahun Ajaran 2019-2020, Ahad (7/3/2019). Berlokasi di Kampus 1 SMP ABSM, acara dihadiri 40 calon santri beserta keluarganya.

Ada 31 calon santri SMP dan 9 calon santri SMA. Acara ini langkah awal dalam memberikan perlakuan pada proses belajar anak di ABSM.

iklan

Sekretaris Panitia Ekanita Rakhmah SPd menyampaikan, jumlah yang hadir merupakan rekapan pendaftar sejak dibukanya pendaftaran pada Desember sampai Maret ini.

”Jadi itu daftar keseluruhan dari pendaftar dari jalur inden dan jalur gelombang satu,” tuturnya dalam laporan yang disampaikan pada hadirin.

Ia juga berharap, kuota yang ditargetkan pada tahun ajaran ini bisa terpenuhi sampai berakhirnya pendaftaran gelombang kedua.

”Kuota yang kami targetkan adalah 50 SMP dan 50 SMA. Berhubung kuota belum terpenuhi, maka gelombang dua dibuka sampai Mei mendatang. Kami juga berharap pada bapak dan ibu sekalian membantu menyiarkan kepada seluruh saudara, tetangga dan kolega,” kata dia menambahkan.

Direktur ABSM Drs Ahmad Duchon MSi memaparkan, sekolah ini telah berdiri sejak tahun 2012. Ia juga menceritakan lika-liku perjalanan ABSM sejak awal berdiri sampai saat ini.

Pensiunan Kepala Dinas Pendidikan itu juga memamerkan beberapa prestasi yang telah diraih oleh ABSM. ”Sampai saat ini kami terus memacu anak-anak untuk berprestasi. Dari level kecamatan sampai nasional sudah diperoleh oleh anak-anak,” paparnya dengan penuh kebanggaan.

Prestasi terakhir, kata dia, dua hari yang lalu salah satu santri SMP meraih juara 1 lomba penulisan. Sangat membanggakan adalah berhasil mengalahkan seluruh pelajar Muhammadiyah se-Kabupaten Malang termasuk juara 2-nya adalah tingkat SMK.

Kegiatan memetakan potensi yang dimiliki oleh calon santri, kemudian diarahkan untuk pembinaan sesuai dengan potensi yang dimiliki.

”Setiap anak mempunyai potensi masing-masing. Jadi, kami tidak menyeleksi berdasarkan nilai akademik. Yang telah mengikuti prosedur pasti diterima menjadi santri di sini,” paparnya dengan penuh optimisme. (Moh. Anis)