Kisah Gembala dan Khalifah Mengantarkan Anak Ini Juara

101
Pasang Iklan Murah
Intan Fahdiana juara II Lomba Pidato PAI (Ana Shofiya/PWMU.CO).

PWMU.CO-Intan Fahdiana, siswi SMP Muhammadiyah 10 Melirang Bungah Gresik, menjuarai lomba pidato pada Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) Kabupaten Gresik 2019, Ahad (7/4/2019)

Siswi kelas 7 mendapat penghargaan juara 2 kategori putri. Lomba digelar oleh Kementerian Agama bersama MGMP PAI Kab. Gresik. Lomba berlangsung di SMP Negeri 4 Gresik Jl. Proklamasi No. 17 Sidokumpul.

iklan

Acara diikuti oleh siswa SMP/MTs lebih kurang 200 peserta. Tema pidato adalah kejujuran. Penilaian lomba meliputi kesesuaian materi dengan tema, gaya bahasa, ekspresi wajah, dan kemampuan retorika.

Juga dinilai ketepatan dan kefasihan dalam melafalkan Alquran atau hadits merupakan komponen kesesuaian materi dengan judul. Durasi waktu maksimal tujuh menit.

Intan Fahdiana membawakan kisah bocah penggembala dan Khalifah Umar bin Khattab. Saat gilirannya berpidato tiba, dia menuju podium dengan percaya diri. Pandangannya mengawasi semua hadirin, memberi senyum dan salam.

”Ada yang pernah mendengar cerita anak pengembala domba dan Khalifah Umar?” begitu dia membuka pidato dengan santai. Kemudian dia melanjutkan, di zaman Khalifah Umar bin Khattab, ada seorang anak pengembala domba yang terkenal jujur.

”Sang Khalifah penasaran. Lalu ingin mengetes kejujuran penggembala itu,” sambung cerita Intan. Lalu datanglah sang Khalifah kepada anak itu dan bertanya, wahai anak kecil bolehkah saya beli satu saja dari domba-dombamu dengan harga tiga kali lipat?

”Maaf, tuan, ini bukan domba-domba saya. Saya hanya menggembala milik tuan saya,” jawab sang anak. Lalu Khalifah Umar kembali bertanya, ”Bukankah jumlahnya banyak. Jika kubeli satu, tuanmu tidak akan tahu atau engkau katakan kalau dombamu mati dimakan serigala?”

”Betul sekali, tuanku tidak tahu, tapi Allah swt pasti mengetahuinya,” jawab anak itu. Jawaban ini membuat sang Khalifah menangis bahagia.

Intan meneruskan, subhanallah. Cerita di atas adalah contoh kecil dimana kejujuran harus diterapkan di semua kondisi dan situasi. Karena sesungguhnya Allah swt selalu mengetahui apa yang dikerjakan manusia.

”Maka dari itu kita harus bersikap jujur. Di sekolah, di rumah, kepada diri sendiri, kepada orang tua, guru, saudara, dan kepada teman sebaya juga harus bersikap jujur,” tandas Intan menyudahi pidatonya.

Kepala SMP Muhammadiyah 10 Melirang Mutik Farida bangga dengan prestasi yang diraihnya muridnya ini. ”Alhamdulillah, Intan santai dan enjoy saat perlombaan. Dia sangat menguasai materi lomba yang bertema kejujuran, padahal hanya berlatih selama dua hari,” ujarnya.

Intan juga tak kalah bangga dan syukur. ”Alhamdulillah, lega sekali. Saya meraih juara 2 se-kabupaten, meskipun latihan singkat. Semoga ke depan dapat menjadi yang lebih baik dari ini,” ujarnya. (Linda Setiawati)