Lomba di Thailand, Enam Siswa Ini Mampu Bersaing dengan Negara Lain

44
Hikmah Press
Siswa SD Mudipat peserta TIMO di Phuket (humas/pwmu.co)

PWMU.CO –Siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (SD Mudipat) meraih prestasi pada Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) yang diselenggarakan di Phuket, Jumat-Senin (5-8/4/2019).

Timo diikuti 15 negara yaitu Hong Kong, Indonesia, Thailand, Malaysia, Ukraine, Australia, India, Kazakstan, Kyrgyzstan, Kamboja, Singapura, Vietnam, Filipina, Bulgaria dan Iran.

iklan

Sekolah ini mengirim enam siswa ke TIMO. Semuanya mendapat medali. Ilham Dzikru Ramadhan (IV-F), M. Rayyan Fahmi (IV-D), dan Khanza Nayyara Aqila Danish (III-D) meraih perak.

Kemudian Ataullah Azfar (IV-B) dan Rai Hugo Airlangga (IV-F) meraih perunggu. Sedangkan Nasya Selensafir (III-C) meraih penghargaan merit.

Indra Firdaus, guru pembimbing Matematika, mengatakan, syarat mengikuti TIMO adalah lolos penyisihan yang diadakan di Surabaya dan kota lainnya yang ditunjuk.

 ”Untuk menghadapi olimpiade tingkat nasional dan internasional, di sekolah diadakan kelas olimpiade. Pembinaan setiap hari Sabtu. Dua minggu sebelum berangkat ke Thailand anak-anak ada pembinaan intensif,” katanya.

Ditemui di kelasnya saat jam istirahat, peraih medali perunggu Ataullah mengatakan, TIMO merupakan olimpiade internasional kedua yang pernah diikuti. Olimpiade pertama yang diikuti Asia Pasific International Olympiade (AIMO) pada 2018 di Bangkok. Pada olimpiade itu dia hanya masuk 10 besar.

”Pas ikut AIMO dulu, saya belum berhasil meraih medali. Hanya masuk 10 besar, dapat penghargaan merit. Alhamdulillah sekarang saya dapat perunggu. Semoga pada olimpiade berikutnya saya dapat emas,” tambahnya.

Dia mengatakan, pada TIMO setiap peserta diharuskan mengerjakan 30 soal terbagi dalam lima kategori yaitu logika, aljabar, aritmatika, geometri, dan combinatorics. Dikerjakan dalam waktu 120 menit.

Sementara Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Muhammad Syaikhul Islam mengatakan, senang atas prestasi ini. ”Alhamdulillah atas prestasi duta-duta sekolah. Saya bangga pada mereka. Berkat doa, kerja keras, dan dukungan seluruh civitas sekolah. Semoga pada olimpiade berikutnya siswa-siswa Mudipat bisa meraih emas,” ujarnya. (Anang)