Ada Berita Ditulis Model Joko Sembung Makan Kedondong

98
Hikmah Press
Sugeng Purwanto menyampaikan model penulisan kontributor. (Tsalis/pwmu.co)

PWMU.CO – Road Show Milad Ke-3 PWMU.CO dengan kegiatan Pelatihan Teknik Menulis Berita dan Liputan Video via HP yang kedua digelar di Kota Gresik, Ahad (14/4/19).

Acara bertempat di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dihadiri 60-an peserta dari Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.

iklan

Dalam paparan materinya pembicara Sugeng Purwanto menampilkan model penulisan berita kontributor PWMU.CO untuk dievaluasi.  

”Penulisan bahasa dalam berita, pakailah kata yang bermakna lugas. Apa adanya. Tak perlu kata ndakik-ndakik yang tak dipahami pembaca,” tuturnya. ”Karena menulis berita itu untuk dibaca orang lain bukan kepuasan diri sendiri.”

Selanjutnya, sambung dia, tulislah berita sesuai fakta. Tak perlu didramatisasi dengan opini penulisnya agar peristiwa itu seolah-olah hebat.

Sugeng menampilkan sebelas contoh penulisan berita oleh kontributor yang perlu diperbaiki. Salah satu model itu penulisan lead di alinea pertama tidak berhubungan dengan alinea di bawahnya. ”Ini namanya model Joko Sembung Makan Kedondong, gak nyambung dong,” selorohnya disambut tawa peserta.

Semestinya, lanjut dia, alinea pertama berkaitan dengan alinea di bawahnya bersifat saling menjelaskan. ”Janganlah setelah menulis lead dengan topik yang dianggap paling menarik lantas ditinggalkan sendirian di atas, kemudian penulis bicara topik lain di alinea berikutnya,” tutur ketua Lembaga Informasi dan Komunikasi PWM Jatim ini.

Contoh lainnya dia sebut penulisan berita seperti rangkaian gerbong kereta api. ”Dalam satu acara ada banyak pembicara, kontributor hanya menulis satu berita. Satu narasumber cuma dikutip pernyataannya satu baris kalimat disusun berbaris seperti gerbong kereta api,” ujar Sugeng yang mantan wartawan  Surabaya Post ini.

Model penulisan seperti itu terjadi, menurut dia, karena ketidakmampuan kontributor mencatat pernyataan narasumber.  ”Kontributor harus belajar mencatat dengan cepat dan meningkatkan daya ingat. Dengan dua kemampuan itu bisa menjadi wartawan yang menulis berita secara lengkap dan cepat,” katanya.

Jika belum mempunyai dua kemampuan itu, sambung dia, boleh menggunakan perekam. Namun dengan rekaman proses penulisan menjadi lambat karena harus trankripsi dulu, baru kemudian menuliskan berita sesuai dengan angle yang dipilih paling bagus.

Dia menerangkan, seharusnya dalam satu acara dengan beberapa narasumber  menghasilkan banyak berita. Satu narasumber ditulis menjadi satu berita.

Materi kedua disampaikan oleh Pemimpin Redaksi PWMU.CO Mohammad Nurfatoni. Dia mengawali dengan menjelaskan 13 langkah mengirim tulisan berita untuk memudahkan redaktur mengedit sehingga berita bisa cepat di-upload. Setelah itu dia menerangkan  teknik menulis softnews yang menggugah jiwa. Materi terakhir oleh Faisol Taselan tentang liputan berita memakai video HP.  (Tsalis Apriliyah)