Lima Kriteria Guru Muhammadiyah agar Siswa Hebat, Salah Satunya Harus Sejahtera

192
Pasang Iklan Murah
Ketua PP FGM Pahri (kiri) ketika menutup acara. (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Pusat Forum Guru Muhammadiyah (PP FGM) Pahri MM menyatakan, seorang guru Muhammadiyah yang berkarakter dan hebat akan mampu melahirkan banyak siswa yang berkarakter dan hebat pula.

Pernyataan itu dia sampaikan ketika menutup acara Seminar Pendidikan bertema “Pendidikan Karakter dan Penguatan Kapasitas Guru Muhammadiyah Menyambut Era Revolusi Industri 4.0” yang diadakan oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Graha Wiyata LPMP Jatim, Senin (15/4/19).

iklan

Pahri menyebutkan, seseorang yang hebat hanya akan melahirkan beberapa guru hebat. Sebaliknya, seorang guru yang berkarakter dan hebat akan bisa melahirkan banyak siswa berkarakter dan pastinya hebat pula.

“Kualitas siswa itu sangat tergantung oleh guru-gurunya. Jadi, kalau guru Muhammadiyah itu mampu menjadi sosok hebat dan berkarakter, maka saya yakin siswa juga akan jadi berkarakter dan hebat. Begitu pula sebaliknya,” ujarnya.

Maka dari itu, Pahri menekankan pentingnya guru-guru Muhammadiyah memiliki lima hal utama untuk bisa menjadikan siswa didik sekolah Muhammadiyah berkarakter dan hebat-hebat. Hal pertama adalah guru Muhammadiyah harus berkarakter, utamanya berkarakter Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Karakter Al Islam dan Kemuhammadiyahan itu tidak hanya untuk dididikan atau dilatihkan buat siswa. Tapi karakter itu harus dibiasakan dengan keteladanan. Jadi saya titip, karakter khas ini tolong dijaga dan diamalkan dengan baik oleh guru Muhammadiyah, pegawai, dan para pimpinan sekolah Muhammadiyah,” tuturnya.

Kedua adalah guru Muhammadiyah harus berkemajuan. Sebaliknya, bukan menjadi guru berkemunduran. “Guru Muhammadiyah harus hebat dan berkemajuan. Sebab, maju atau mundurnya siswa dan sekolah Muhammadiyah itu tergantung kualitas guru-gurunya,” tegasnya.

Ketiga, sambung dia, guru-guru Muhammadiyah harus pula berkeunggulan. “Guru harus memiliki nilai lebih karena guru berkemajuan saja, tapi tidak unggul itu percuma,” terangnya.

Keempat, guru-guru Muhammadiyah harus sejahtera. Sebab, kalau guru Muhammadiyah tidak sejahtera, maka mereka tidak akan bisa mengabdi secara maksimal dan dengan sepenuh jiwanya.

“Nah, tugas utama kepala sekolah itu ya berupaya menyejahterakan guru. Caranya, jadikan sekolah Muhammadiyah itu banyak muridnya dan lainnya,” pintanya.

Kelima adalah guru Muhammadiyah harus senantiasa bisa mencerahkan. “Jadi, kapan pun dan dimanapun guru sekolah Muhammadiyah itu harus mencerahkan,” ungkapnya. (Aan)