Belajar Bisnis dari Pengusaha Sari Kedelai

164
Pasang Iklan Murah
Pemberian cenderamata dari SDM 1 Wringinanom kepada Ahmad Hamim pemilik usaha Sosuke. (Angga/PWMU.CO)

PWMU.CO-Siswa kelas 4 SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Gresik mengeksplorasi potensi ekonomi desa dengan mengunjungi rumah produksi Sosuke Sari Dele di Desa Lebanisuko, Kamis (18/4/2019).

Sebanyak 44 siswa ditemani  wali kelas Ema Rachmawati SPd, Ayu Intan Sari SPdI, dan Wakasek Kesiswaan Angga Hanif Ciputra SPd bertemu dengan Ahmad Hamim Efendi, pemilik Sosuke Sari Dele. Angga Hanif menyampaikan, menitipkan siswanya belajar di rumah produksi sari kedelai ini.

iklan

Setelah beramah tamah, para siswa diajak ke ruang tamu rumah Hamim untuk mengamati proses pembuatan susu kedelai yang dulu bermerek Soya Saya Sari Dele itu.

Sembari mengamati, para siswa mencatat proses pembuatan Sosuke di buku tulisnya. Alat yang digunakan seperti panci, kompor, blender, dan saringan. Kemudian bahan bakunya terdiri dari air, kedelai, gula, dan daun pandan.

Cara membuatnya, pertama kedelai dibersihkan dari kotoran. Setelah bersih, kedelai direndam 5 sampai 6 jam lalu direbus. Kedelai siap dimasukkan ke dalam penggilingan. Lalu diperas untuk mengeluarkan sarinya. Sarinya itu dimasak sambil diaduk sampai mendidih.

Hamim juga menjelaskan, ampas kedelai mempunyai manfaat. ”Ampasnya bisa dimanfaatkan. Biasanya orang-orang mencari untuk makan ternak contohnya kambing, sapi, bebek bahkan bisa dijadikan kerupuk,” katanya.

Dia menjelaskan, stok kedelai  disuplai temannya yang pengusaha tahu di Krian Sidoarjo. Pengusaha tahu ini membeli kedelai dalam jumlah besar, dia sekalian nunut beli.

Usai memandu siswa, Hamim lantas membuat kuis. Siapa yang bisa menjelaskan proses pembuatan kedelai diberi hadiah. Para siswa langsung berebut menjawab.

Dua anak yang berhasil menerangkan dengan lengkap. Faizah Al Khumairoh dan Raka Allea Wardana mendapat hadiah sebotol Sosuke ukuran 600ml.

Sebelum pulang, Hamim kembali melempar pertanyaan tempat usahanya. Siswa Syahdifa Eka Rozita langsung menjawab. Dia membaca dari kemasan botol sari kedelai yang mencantumkan alamatnya. Dengan berbunga-bunga dia terima hadiah sebotol Sosuke.

Ternyata kuis belum berakhir. Hamim melontarkan pertanyaan lagi. ”Berapa mililiter ukuran yang diberikan sebagai hadiah kepada teman kalian tadi?”

”600 mililiter,” jawab Muhammad Azzam Al Fikri mantap. Dia pun tertawa riang  mendapatkan hadiah Sosuke sesuai ukuran yang dia jawab.

Produksi Sosuke ini dikemas dengan berbagai ukuran mulai 250ml harga Rp 4.000, 330ml harga Rp 5.000, 600ml harga Rp 8.000 dan 1.500ml harga Rp 15 ribu.

Selain produk sari kedelai, UD AHE21 milik Hamim ini juga membuat keripik tempe kemasan 100gram seharga Rp 13 ribu. Produksinya sudah mempunyai nomor PIRT (Produk Pangan Industri Rumah Tangga).

Wali kelas Ayu Intan Sari mengatakan, pembelajaran outdoor ini praktik materi Tema 8 K-13 tentang Kegiatan Ekonomi seperti Produksi, Distribusi, dan Konsumsi. (Kiki Cahya Muslimah)