Prihatin Membawa Berkah, Kisah Lahirnya Ekskul Tahfidhul Quran Smamda Surabaya

100
Pasang Iklan Murah
Lukluul Islamiyati (tengah) didampingi Vitria Aftinia pembina ekskul English Conversation Club (ECC) dan pelatih Smamda Orchestra. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Keprihatinan membawa berkah. Kalimat itu paling pas untuk menggambarkan kelahiran ekstrakulikuler (ekskul) Tahfidhul Quran SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) Surabaya dua tahun lalu.

Semula banyak siswa yang memiliki hafalan Alquran tetapi tidak terwadahi ketika menjadi siswa di sekolah yang berlokasi di Jalan Pucang Anom No 91 Surabaya itu.

Menurut pembina ekskul Tahfidhul Quran Lukluul Islamiyati banyak siswa yang sudah hafal satu, dua, tiga, bahkan 27 juz. “Namun, hafalan itu kemudiam banyak yang hilang sebab tidak pernah di-murajaah,” ungkapnyadi sela acara Road Show Milad Ke-3 PWMU.CO – Pelatihan Teknis Menulis Berita dan Liputan Video via HP, di Smamda Surabaya, Sabtu (20/4/19).

Keprihatin itu yang mendorong sekolah melahirkan ekskul Tahfidhul Quran yang diadakan dua kali dalam sepekan, yaitu setiap Senin dan Kamis dengan durasi satu jam. Metode yang dipakai adalah tikrar yakni peserta menyetor hafalannya kepada pembina sambil disimak

“Mereka dibagi menjadi dua level. Yaitu level pertama untuk juz 29-30 dan level kedua untuk juz 1 dan seterusnya, dengan dibimbing tiga orang pembina yang masing-masing membimbing 5-6 siswa,” ungkapnya.

Perempuan kelahiran Lamongan itu menjelaskan, selain diadakan secara indoor (dalam kelas), ekstra tersebut juga mempunyai agenda Camp Tahfidh yakni kegiatan menginap di sekolah dengan target hafalan minimal lima lembar semalam. “Kegiatan ini diadakan dua kali dalam setahun,” ucapnya.

Selama dua tahun ekskul ini berjalan, lanjutnya, sudah diadakan dua kali munaqasyah (ujian) dengan mendatangkan munaqish (penguji) dari Tajdid Center Jatim. “Sertifikat munaqasah diserahkan kepada sekolah penyelenggara,” terangnya.

iklan

Selain itu, sekolah juga aktif mengikutkan peserta ekskul ini pada berbagai lomba. “Itu untuk melatih kepercayaan diri dan kemampuan hafalan mereka. Hanya saja kemampuan anak-anak dalam sambung ayat masih perlu dilatih terus-menerus,” jelasnya. “Prestasi kami baru sampai semifinal.”

Ia berharap, dengan adanya beasiswa dari perguruan tinggi bagi siswa yang hafal Alquran, semoga semakin memotivasi siswa Smamda mengikuti ekskul ini. “Semoga ke depan semakin diminati,” ucapnya. (Azizah, Aini, Roin, Mauludy, Yuliani)