Jelang Ujian Nasional, Sekolah Undang Orangtua Ikuti Mabit

112
Pasang Iklan Murah
M. Jemadi memberikan taushiyah. (Muriyono/PWMU.CO)

PWMU.CO-SD Muhammadiyah 11 Surabaya mengadakan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) dan doa bersama menjelang Ujian Nasional (UN), Jumat (19/4/19 ) pukul 18.00.

Sebanyak 115 siswa kelas 6 bersama orang tuanya berbondong-bondong menuju sekolah di Jl Dupak Bangunsari. UN akan berlangsung Senin (22/4/19).

iklan

Acara diawali dengan shalat Isya berjamaah di Mushala Al Jadid dan shalat lail. Setelah itu semua undangan berkumpul di halaman sekolah. Anak anak menempati baris depan, orangtuanya  di belakang. Barisan perempuan dan laki laki juga dipisahkan.

Murajaah dimulai dipimpin oleh guru Al Islam Ustad Fauzan Muslim ditirukan seluruh audiens. Usai murajaah Kepala Sekolah Irwan MPdI berdiri memberi sambutan.

”Acara malam hari ini agenda tahunan, siswa dan orang tua kami undang berdoa untuk keberhasilan anak-anak kita,” katanya.

Dia berpesan, jangan mengukur keberhasilan siswa dengan hasil nilai ujian, tetapi proses yang sudah dilalui selama belajar di sekolah dasar itulah yang menjadi modal siswa untuk melanjutkan jenjang berikutnya. ”Semoga doa ayah dan ibu yang akan mengantarkan kesuksesan anak-anak,” tambahnya.

Ketua Majelis Dikdasmen PCM Krembangan Izza Anshori MT menyampaikan sambutan singkat. ”Jaga kesehatan, tinggalkan gawai atau gadget. Fokus belajar dan perbanyak doa.”

Pesan kedua, walaupun sudah melanjutkan SMP, tetap tidak meninggalkan tahfidhul Quran. Karena Alquran pedoman hidup yang akan menyelamatkan kita fiddunya wal akhirah.

Kemudian ada  presentasi profil SMP Muven, sebutan SMP Muhammadiyah 11 dan SMP Muhammadiyah 3 Surabaya.

Acara pamungkas taushiyah dan doa oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya M Jemadi. Dia mengatakan, pendidikan yang Islami sangatlah penting untuk membentengi putra-putri kita. Jangan salah pilih sekolah.

”Carilah sekolah yang berkarakter Islami. Anak akan dididik menjadi generasi Islami, qurani dan saleh-salehah,” ujarnya.

Disebutkan, anak adalah investasi yang paling berharga. Karena dalam hadits dijelaskan ada tiga perkara yang tidak putus amalnya. Yaitu amal jariyah, anak saleh-salehah dan ilmu yang bermanfaat.

Dalam acara ini perwakilan wali murid Yuni Sampurna memberikan kenang-kenangan berupa tiga kipas angin.

”Sebagai wali murid kami sangat senang dengan kegiatan ini. Bukan ukuran benda yang kami berikan, melainkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada ustad-ustadzah semua. Semoga jalinan ukhuwah Islamiyah ini mengantarkan anak-anak menjadi sukses di kemudian hari,” katanya.

Acara diakhiri dengan seluruh siswa bersalaman meminta restu dan doa kepada seluruh guru, karyawan, dan orangtua untuk menghadapi UN. (Muriyono)