Aneh! Mengaku Bertauhid tapi Meminta Kekuatan pada Jin

277
Pasang Iklan Murah
Ustadz Hamim Rosyidi, kedua dari kanan, bersama jamaah Pengajian Ahad di Masjid Solikhin Pare. (Dahlansae/pwmu.co)

PWMU.CO-Bertauhid seharusnya disaksikan banyak orang agar tetap fokus mengikuti jalan Allah. Sebab manusia gampang tergoda oleh intervensi setan.

Hal itu disampaikan dosen Psikologi dan Kesehatan Unesa Surabaya Ustadz Hamim Rosyidi dalam Kajian Ahad Pagi Fajar Sholikhin di halaman Masjid Sholikhin Jl. Argowayang Kampung Taruna Pare Kediri, Ahad (21/4/2019).

Menurut Hamim Rosyidi, ayat tauhid itu merupakan kalimat perintah. ”Ada kata Qul, katakan. Jadi deklarasi Allah itu ahad harus disampaikan ke orang banyak. Agar dipersaksikan. Karena pikiran manusia tidak fokus, gampang tergoda oleh intervensi  setan berbentuk jin terlebih lagi setan berbentuk manusia,” ujarnya.

Dia mencontohkan, ada orang mengundang kekuatan jin untuk kesaktian, kekuatan, keamanan lewat jimat dan amalan mantra. Ternyata itu malah membuat jasmani dan ruhani jadi sakit. Mereka bukan mengundang rahmat Allah, malah minta bantuan jin.

”Mari muhasabah diri. Mari menghitung amal ibadah kita masing-masing. Dengan parameter yang paling gampang yaitu tadabur surat Lukman. Ayat yang kita pelajari saat di TPQ . Kita telah hafal namun belum pada level aplikasi,” tuturnya.

Surat yang dimaksud itu nasihat Lukman kepada anaknya. ”Ya bunayya, laa tusyrik billah inna syirka ladhulmun azhiim.”  Wahai anakku, jangan sekutukan Allah sesungguhnya syirik itu kedholiman yang besar.

Contoh kecil, ujar dia, menjelang Ramadhan, berbondong-bondong mengunjungi makam orang keramat. Batu nisan dilapisi kain kafan, ada yang dikijing. Padahal orang yang sudah mati itu terputus amalnya kecuali tiga hal. ”Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakan orang tua nya,” tandasnya.

Hamim Rosidi bercerita, Lukman yang dikisahkan dalam Alquran itu seorang ulama dari Bani Israel. Anak Ibnu Sadun. Sedangkan anak Lukman bernama Saran. Allah menyebutkan kisah Lukman dengan sebutan yang baik, karena Allah memberi anugerah ilmu hikmah kepadanya.

”Lukman menasihati anaknya hanya kepada Allah yang patut disembah dan dimintai pertolongan. Jangan minta pertolongan selain Allah. Termasuk minta tolong pada benda keramat. Karena menduakan Allah itu perbuatan dholim,” ujarnya. (Dahlansae)