Pemkab Kediri Terapkan E-Retribusi di Semua Pasar

192
Pasang Iklan Murah

Dinas Perdagangan dan FKPM usai rapat koordinasi di Pasar Induk Pare. (Dahlansae/pwmu.co)

PWMU. CO –Pemkab Kediri memberlakukan E-Retribusi untuk semua pasar tradisional . Untuk itu semua staf pasar dan pedagang harus mau belajar komputer agar bisa mengisi retribusi elektrik itu.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri  drh Tutik Purwanigsih  dalam rapat koordinasi teknis E- Retribusi bersama staf pasar dan FKPM (Forum Komunitas Pedagang Mandiri) di Kantor Pasar Induk Pare Kediri, Kamis (25/4/19).

”Seiring perkembangan zaman milenial, semua pasar termasuk Pasar Induk Pare ini harus menerapkan sistem pembayaran retribusi non tunai dalam bentuk E-Retribusi,” ujarnya.

Pemkab Kediri, sambung dia, mensyaratkan semua pasar tradisional  terhitung sejak tahun 2018 agar menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi .

Dinas Perdagangan menerima limpahan amanat dari Dinas Pendapatan Daerah  untuk mengelola regulasi perdagangan, pemasaran, dan industri . ”Kami juga merevitalisasi pasar-pasar tradisional menjadi pasar moder,” tuturnya.

Sehubungan dengan itu, kata dia, semua staf Pasar Induk Pare  harus menguasai komputer. Mendata seluruh dagangan yang masuk harus terdeteksi . 

”Berapa sayur, buah, pangan yang masuk maupun keluar  harus bisa diinventarisir oleh staf Dinas Perdagangan. Dengan demikian masyarakat bisa   memonitor karena sistem online. Bahkan harus bisa diakses melalui handphone seperti update harga komoditas,” tuturnya.

Teknis pelaksanaan E- Retribusi, dia menjelaskan, dilakukan oleh Bank Jatim yang memasang perangkat dan aplikasinya.

Tutik Purwaningsih menjelaskan, pada  era digital ini meminimalkan transaksi tunai. Kebijakan Bank Indonesia pun mewajibkan seluruh transaksi retribusi menggunakan non tunai.

”Transaski non tunai di pasar juga menghindari penarikan sejumlah uang dari oknum kepada pedagang. Ini salah satu cara mengurangi permasalahan,” katanya.

Sistem pembayaran non tunai E-Retribusi ini dievaluasi setiap tiga bulan sekali untuk penyempurnaan.  ”Tahun 2020-2021 Pasar Induk Pare diharapkan menjadi jujugan dan barometer pasar nasional dan pasar percontohan. Syaratnya ada sistem online yang bisa diakses seluruh masyarakat,” ujarnya. (Dahlansae)