Main Ludruk, Penonton Terpingkal-Pingkal Lihat Adegan Ini

104
Pasang Iklan Murah
Rabbani Maulana, kanan, saat menerima piala (istimewa/pwmu.co)

PWMU.CO –Pentas ludruk siswa SD Muhammadiyah 2 Gresik menyabet juara harapan 3 dalam Pekan Cipta Seni dan Pelajar Jawa Timur yang berlangsung di Gedung Kesenian Gajayana,  Kasin Klojen Kota Malang, Kamis (25/4/2019).

Acara yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur ini diikuti teater SD utusan masing-masing daerah. Lomba diikuti 21 kelompok teater SD.

iklan

Teater SD Muda Ceria, julukan SD Muhammadiyah 2, menjadi Duta Teater Gresik setelah juara satu dalam Pekan Seni Pelajar 2018 yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Senin (10/9/18) lalu.

Teater Muda Ceria menampilkan  lakon Rangga Gading yang dikemas dalam pentas ludruk. Dimainkan  12  anak dan 5 pemusik. Akting para pemain dan pemusik ini padu sehingga tampak alami dan mengasyikkan.

Tari remo membuka pentas dilanjutkan dengan kidungan jula-juli yang dibawakan semua pemain.  Kidungan dengan parikan nakal dengan iringan musik yang serasi, sontak  membuat penonton terpingkal-pingkal. Seperti ini bunyi parikannya.

Awan-awan mangan pudak, blonjo nang Gresik tuku rong puluh

kanca-kanca ayo tak ajak, melu nontok ludruk ayo padha lungguh.

Mumpung kumpul-kumpul nang PSP Jatim.

Sego krawu iwak daging, dijaluk lungguh kok padha nungging.

Isuk-isuk budhal nang Malang, numpak montor desekan kantoran

Tak belani budhal mrene supoyo iso kenalan kanca anyar.

Iki ngono ceritane arek lanang seng sekti ji-ajine

Iso ngilang, iso ngayang, tapi seneng nyolong barang tanggane

Cekap semanten kidungan kula, ayo saiki ndelok critane yak opo

Rabbani Maulana  kelas 5 dengan lancar memerankan Rangga Gading. ”Aku ini sakti.  Sing duwe aji-aji.  Gak ono sing ngungkuli.  Aku juara siji.  Duwe mas sak peti. Yes,  yes,  sakti aku iki.  Yes, yes, aku sugih saiki. Hahaha.”

Ada adegan yang membuat penonton tertawa gemuruh. Ketika Rangga Gading mencuri apa saja yang bisa diambil. Termasuk sandal dan celana yang masih dipakai orangnya. Adegan memelorotkan celana itu  membuat penonton terbahak.

Sutradara ludruk Sri Wahyuni yang juga piñata artistik ini menyampaikan, kisah ini menceritakan seorang lelaki sakti yang memiliki banyak ilmu. Termasuk bisa berubah wujud menjadi hewan. Tetapi lelaki ini memanfaatkan kesaktiannya untuk keburukan.

”Hingga suatu waktu kepergok kakek tua yang ternyata lebih sakti darinya. Dia bertekuk lutut dan berguru kepada kakek tua itu,” tuturnya.

Uyun, sapaan Sri Wahyuni, mengatakan, persiapan pemain selama tiga pekan dengan menggunakan setting minimalis. Memperhatikan sisi artistik dari mulai pemain, kostum dan penyesuaian musik. Sehingga saat tampil anak-anak bisa maksimal dengan kewajaran. ”Saat bermain itu keluar alamiah sesuai isi cerita dengan ekspresinya,” katanya.

Semenjak tahun 1990 sampai sekarang teater SD Muda Ceria selalu mendapat penghargaan tiap penampilan. Lewat teater akan muncul kelompok-kelompok yang kreatif dan percaya diri untuk maju ke depan. (Ian Ianah)

Pekan Cipta Seni dan Pelajar Jawa Timur

Juara 1 : Kota Surabaya nilai 1.292

Juara 2 : Sidoarjo nilai 1.244

Juara 3 : Kota Probolinggo  nilai 1.170

Harapan 1 : Kota Kediri nilai 1.087

Harapan 2 : Lumajang nilai 1.054

Harapan 3 : Gresik  nilai 1.025