Blanggur dan Puasa Ramadhan yang Menggembirakan

164
Husnun N Djuraid. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Blanggur. Anak milenial tidak banyak tahu tentang nama ini. Itu adalah nama sejenis mercon besar yang dibunyikan sebagai tanda buka puasa. Biasanya dibunyikan di Masjid Agung yang letaknya di tengah kota.

Di Surabaya, blanggur disulut di Masjid Ampel. Suaranya keras sekali, sampai terdengar dari rumah saya jaraknya sekitar 15 Km.

Bunyi blanggur itulah yang ditunggu oleh anak-anak pada zaman itu. Bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun antusias menunggu datangnya dentuman yang menggelegar tersebut.

Saat itulah muncul kegembiraan orang-orang yang berpuasa. Mereka sudah boleh makan dan minum setelah sehari penuh menahannya. Buka puasa adalah momen yang sangat menyenang. Makan bersama keluarga, atau makan ramai-ramai di masjid. Sangat menyenangkan.

Seperti yang disabdakan Kanjeng Nabi Muhammad SAW, ada dua kebahagiaan orang berpuasa, saat berbuka dan saat nanti menghadap Rabbnya. Para ahli puasa sudah disiapkan surga melalui pintu khusus yang disebut Arrayyan.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Itulah sekilas kegembiraan yang dialami oleh orang yang berpuasa. Gembira di dunia dan di akhirat.

Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak bergembira dalam berpuasa, karena berbagai kelebihan yang diberikan Allah kepada para ahli puasa. Kalau amalan lain sudah ditentukan pahalanya, tapi kalau puasa tidak ada ketentuannya.

Karena kata Allah, puasa umatnya itu langsung untuk-Nya dan Dialah yang akan memberikan balasan. Allah Maha Kaya, Maha Luas nikmatnya, Maha loman. Kalau mau memberi kepada hamba yang dikasihi, tidak pernah perhitungan.

Baca Juga:  Inspirasi Puasa dari Kuli Panggul: Memang Berat tapi Ini Kewajiban sebagai Orang Islam

Gambaran balasan yang tak terhingga ini perlu diketahui agar menjadi penyemangat berpuasa. Apakah puasa itu berat ? Ya, memang berat. Secara fisik memang berat kalau selama sekitar 12 jam tidak makan dan minum.

Tapi kondisi berat itu juga berdampak positif pada kesehatan. Sudah banyak ahli kesehatan yang mengatakan bahwa puasa itu menyehatkan. Orang yang sakit, sebelum menjalani tindakan medis, dianjurkan untuk puasa dulu. Saat Ramadhan, pasien rumah sakit berkurang, sejalan dengan berkurangnya berbagai keluhan penyakit.

Tensi darah yang biasanya tinggi, mulai turun. Begitu juga dengan kadar gula, kolesterol, asam urat, dan keluhan lain. Bukankah itu sesuatu yang menyenangkan. Berbagai keluhan menahun berkurang bahkan hilang saat berpuasa.

Kesadaran terhadap berbagai nikmat— jasmani dan ruhani—akibat puasa, harus ditanamkan sejak dini. Bahwa puasa itu menyenangkan. Puasa itu membahagiakan. Puasa itu menyehatkan. Dan yang sangat penting, puasa akan mengantarnya ke surga. Artinya, para ahli puasa akan mendapat manfaat ganda, kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Marilah kita menyambut puasa ini dengan gembira dan melaksanakan dengan gembira pula. Melaksanakan sesuatu dengan senang ini akan membawa dampak yang luas, akan dilakukan terus menerus.

Para hobbies akan melakukan kesenangan itu terus menerus, karena ada rasa puas usai menjalaninya. Kalau puasa dan berbagai amalan yang mengiringinya dilakukan dengan gembira, akan berdampak jangka panjang.

Baca Juga:  Beri Layanan Terbaik Jamaah Ramadhan, Masjid Ini Tambah 17 Toilet Baru

Usai Ramadhan akan terus berpuasa, meskipun bukan puasa wajib. Di luar Ramadhan banyak anjuran puasa sunnah pada momen tertentu maupun sudah ditentukan waktunya. Ada puasa Senin-Kamis, puasa Dawud, puasa tiga hari di pertengahan bulan Qamariah. Juga ada puasa pada hari tertentu, enam hari pada bulan Syawal, puasa Muharam, puasa menjelang Idul Adha.

Begitu juga dengan shalat Tarawih yang biasa dilakukan tiap malam saat Ramadhan. Usai Ramadhan tetap melaksanakan Tarawih, hanya saja namanya diganti salat Tahajud. Baca Alquran juga tetap dilakukan meskipun di luar Ramadhan. Karena, itulah amalan-amalan yang mampu menjaga derajat ketakwaan.

Bukankah puasa itu untuk mencapai predikat muttakin, orang yang istimewa, mulia di sisi Allah. Terhadap hambanya yang mulia, tentu Allah akan memberikan segala macam kemurahan. Derajat takwa itu dicapai karena melaksanakan puasa dengan sungguh-sungguh dan gembira. Tentu saja tetap menjalankan ibadah yang lain.

Selama Ramadhan Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan sampai sepuluh kali lipat. Bahkan dalam riwayat yang lain sampai tujuh ratus kali lipat. Berbagai program diskon, cash back, special offer dan berbagai kemurahan digelontorkan selama Ramadhan. Jadi, marilah kita berpuasa dengan gembira. (*)

Kolom oleh Husnun N Djuraid, wartawan senior, tinggal di Kota Malang.