Beasiswa Santri Ini Menginspirasi PWM Jatim untuk Mengadakan Sendiri

190
Pasang Iklan Murah
Dari kiri ke kanan Nadjib Hamid, Ketua PWA Bangka Belitung, Ketua PWA Jatim Dalillah Candrawati, Haedar Nashir, Sugiran, Fisa dan Rizka Beladina (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO– Usai pengumuman penerimaan beasiswa di sela Pengajian Ramadhan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Auditorium Masjid KH Ahmad Dahlan UMY Yogya, Kamis (9/5/19), Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jatim Dra Siti Dalillah Candrawati MA langsung mencari Ars Hafizhah Ramadhanita.

Santri Pesantren Tahfidhul Quran (PTQ) Aisyiyah Ponorogo ini mendapatkan beasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). ”Mana yang dari Ponorogo tadi,” tanya Bu Candra, panggilan akrabnya, di deretan bangku ibu-ibu Aisyiyah dan penerima beasiswa.

iklan

Sugiran, ayah Fisa, sapaan akrab Ars Hafizhah Ramadhanita, terkejut anaknya dicari ketua PWA Jatim itu. ”Oh Bu Candra, di sini Fisa, Bu,” ujar Sugiran yang juga kontributor PWMU.CO.

Langsung saja Bu Candra menghampiri Fisa. Bersalaman dan menciumnya. ”Selamat ya Nak, kamu luar biasa. Terus berjuang dan selalu menjadi yang terbaik,” ujar Bu Candra yang bangga santri Pesantren Aisyiyah ikut menerima beasiswa.

Bu Candra mengajak Fisa, Sugiran, dan pengasuh PTQ Aisyiyah Ponorogo Rizka Beladina untuk berfoto bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir, Ketua PWM Jatim Dr Saad Ibrahim, dan Wakil Ketua PWM Jatim H. Nadjib Hamid MSi.

Saat ditemui, Saad Ibrahim menyampaikan terima kasih atas nama PWM Jatim kepada Rektor UMY yang telah memberikan beasiswa studi di Kedokteran Gigi untuk Fisa.

”Ini menjadi pelajaran bagi seluruh kita khususnya di Jatim untuk juga memberikan beasiswa yang sama terhadap anak-anak kita yang memiliki kecerdasan masuk di Fakultas Kedokteran,” tegasnya.

Saad berpesan kepada Fisa dan orang tuanya agar mensyukuri anugerah ini. ”Bersyukur dalam arti menyiapkan anaknya belajar serius dan menjadi dokter yang terbaik serta diberikan jiwa penguat untuk mengabdi kepada umat dan bangsa melalui Muhammadiyah,” pesannya.

Sementara Candrawati juga menyampaikan rasa syukurnya karena santri PTQ Aisyiyah Ponorogo diterima di UMY melalui jalur Beasiswa Dokter Muhammadiyah.

”Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena pondok Aisyiyah adalah sarana kaderisasi. Sehingga harapan kami ananda Fisa akan berkelanjutan menjadi kader yang berproses sejak dari pondok kemudian di kampus serta selalu membawa nama baik organisasi,” ungkap Bu Candra.

Menurut Candra meraih kesuksesan itu selalu ada proses yang disertai dengan keikhlasan dan kesabaran serta pastinya dukungan dan doa orang tua. ”Saya sangat mengapresiasi ananda Fisa bisa didampingi dan didukung orang tuanya,” katanya.

Bagi Candra, kerja sama PTQ Aisyiyah Ponorogo dengan SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo yang membuka kelas khusus tahfidh sangat bagus sekali. ”Ini bisa menjadi model pembelajaran baru bahwa ternyata bisa sinergi antara pesantren dengan sekolah. Kerja sama saling mendukung dan tentunya dengan kebijakan-kebijakan yang fleksibel,” ujarnya.

Dia juga berharap PTQ Aisyiyah  terus membangun kerja sama dengan sekolah dan pihak lain untuk meningkatkan lifeskill santri. ”Seperti bahasa Inggris, keterampilan IT, entrepreneur dan kemampuan literasi. Itu menjadi penting untuk bisa diperkaya,” ungkapnya. (Sugiran)