Ditemui AMP-TKP, Bambang Soesatyo: DPR Berada di Belakang Saudara Sekalian dalam Mengungkap Tragedi Kemanusiaan Pemilu

499
Pasang Iklan Murah

Bambang Soesatyo dan Din Syamsuddin dalam pertemuan AMP-TKP dengan DPR. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mendukung segala langkah dan upaya yang dilakukan Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (AMP-TKP) dalam mengungkap penyebab kematian dan jatuh sakitnya para petugas Pemilu 2019.

“DPR berada di belakang Saudara sekalian dalam mengungkap tragedi kemanusiaan Pemilu,” kata Bambang Soesatyo di hadapan para pimpinan AMP-TKP yang menemuinya di kantornya di Senayan Jakarta, Selasa (14/05/2019). “Tragedi kemanusiaan itu tidak boleh terulang kembali di masa mendatang,” tambahnya.

Tim AMP-TKP 2019 diterima oleh pimpinan DPR, terdiri dari Ketua DPR Bambang Soesatyo, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon. Tampak pula hadir anggota Komisi XI H Mukhamad Misbakhun dan anggota Komisi II Firman Subagyo. Sementara Tim AMP-TKP 2019 antara lain M. Din Syamsuddin, Ani Hasibuan, Teuku Nasrullah, Fahmi Idris, Siane Indriani, dan lainnya.

Din Syamsuddin berterima kasih atas dukungan penuh dari DPR tersebut atas upaya pihaknya mengungkap selengkapnya dan setuntas-tuntasnya tragedi kemanusiaan Pemilu 2019. Dia pun sependapat dengan Ketua DPR agar hendaknya tragedi kematian dan sakitnya ribuan petugas Pemilu tidak boleh terulang kembali di masa-masa yang akan datang.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang pada pemilu-pemula ke depan, menurut Bambang Soesatyo, pihaknya akan mendorong DPR meninjau kembali berbagai peraturan terkait pemilu dan sistem politik. “Ini harus menjadi peristiwa terakhir dan tak boleh terulang kembali. Untuk itu harus diambil langkah-langkah perubahan pada pemilu yang akan datang,” tegasnya.

Ia menyebut contoh dalam rekrutmen petugas Pemilu. Itu harus dilakukan dengan hati-hati, sesuai ketentuan dan persyaratan kerja, memiliki kesehatan prima untuk melakuan tugas-tugas Pemilu, dan didukung lingkungan kerja yang memadai dalam melaksanakan tugas. “Tenaga-tenaga muda mesti lebih diprioritaskan dalam rekrutmen petugas Pemilu 2024,” pesannya. (*)