Mahasiswa Asing Ikut Buka Puasa di Panti, Ini Komentar Mereka

110
Pasang Iklan Murah
Vuly, mahasiswa Mesir, kanan, bercakap dengan anak dan pengurus Panti Asuhan Aisyiyah.

PWMU.CO– Mahasiswa berbagai negara yang tergabung dalam Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bakti sosial ke Panti Asuhan Putri Aisyiyah, Dau, Selasa (14/5/2019) sore.

Mahasiswa BIPA antusias mengikuti kegiatan tahunan ini. Mahasiswa asing muslim ini menyampaikan kegiatan ini memberi pengalaman tak biasa yang berbeda di negaranya dalam tradisi Ramadhan.

iklan

Bagi mahasiswa non-muslim, pengalaman buka puasa bersama dengan masyarakat lokal sebagai pembelajaran keragaman. Mereka juga baru sekali ini mengalami peristiwa Ramadhan.

”Saya senang ikut acara ini karena bisa melihat bagaimana panti asuhan di Indonesia. Mulai dari sistemnya, jadwal pelajarannya, dan yang mereka lakukan. Selain itu, saya menjadi tahu karena melihat langsung bagaimana tradisi orang Indonesia ketika berbuka puasa,” ungkap Vuly, mahasiswa asal Mesir.

Sementara Kepala UPT BIPA UMM Dr Arif Budi Wurianto MSi menerangkan, kegiatan filantropi ke panti asuhan dan tempat lainnya bentuk usaha BIPA UMM melakukan diplomasi kemanusiaan. Yakni mempererat hubungan negara asal mahasiswa asing melalui kegiatan berbagi atau kemanusiaan.

Di Indonesia, sambung Arif, salah satu sikap yang menonjol adalah gotong royong. Budaya ini bisa diartikan juga dengan berbagi. ”Kebetulan baru diadakan di Ramadhan ini. Melalui kegiatan buka bersama. Sejauh ini baru di panti asuhan Aisyiyah,” katanya.

Kedua, mengenalkan kepada masyarakat pergaulan internasional. ”Anak yatim juga kita perkenalkan sebuah wawasan global karena mereka mendapat kesempatan untuk berkomunikasi dengan orang-orang asing dari banyak negara,” ungkapnya. (Izzudin)