Tes Kemampuan Bahasa Inggris Siswanya, TK Aisyiyah 36 PPI Gandeng P2LP UM

293
Pasang Iklan Murah
Salah satu peserta CPT Ganang Damar Panuluh menjalani Speaking Test bersama Dr Sri Rachmajanti Dip TESL MPd. (Anik/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sejumlah 45 siswa TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) mengikuti Centre Progression Test (CPT), Rabu (15/5/19).

Kepala TK Aisyiyah 36 PPI Kurniawati AMa mengatakan, CPT ini untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris anak-anak. “Kami bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Laboratorium Pendidikan (P2LP) Universitas Negeri Malang (UM),” jelasnya.

iklan

Nia—sapaan akrab Kurniawati—menambahkan, CPT ini juga sebagai hasil evaluasi program Bilinggual Class. “Nantinya akan digunakan untuk meningkatkan program Bilingual Class ke depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Teacher Support Division Dr Sri Rachmajanti Dip TESL MPd hadir sebagai penguji bersama Support Service Academic Sarah Ariandari SS dan Staff Centre Ayu Alif Nur Maharani SPd.

Ms Sarah—begitu Sarah Ariandari akrab disapa—menjelaskan, pelaksanaan CPT bagi siswa Kindergarten (TK) ini terdiri speaking (berbicara) dan listening (mendengar). “Materinya ada English, Mathematics, dan Science,” ujarnya.

Karena pesertanya masih usia Kindergarten, lanjut Sarah, reading dan writing dibimbing dengan membacakan instruksinya satu persatu. “Setelah selesai, siswa dipanggil satu-satu untuk speaking. Mereka diberi pilihan beberapa gambar buah dan hewan untuk dipilih satu, lalu diberi pertanyaan deskripsi tentang gambar yang dipilih,” paparnya.

Dari hasil evaluasi pelaksanaan CPT, Luki—sapaan Sri Rachmajanti—mengingatkan, bahasa itu keterampilan yang harus digunakan setiap hari. “Jadi harus ada pembenahan dan peningkatan pada model pembelajaran,” tuturnya.

Ia juga menegaskan, sekolah harus punya target. “Misalnya, semester 1 dibagi tiga fase. Pertama 20 persen Inggris, 80 persen Indonesia, dan seterusnya,” sarannya.

Tak kalah penting, kata Luki, perlu ada evaluasi rutin untuk mengetahui target pembelajaran sudah tercapai atau belum. “Jadi, perintah dan konsep dalam Bahasa Inggris itu harus digunakan setiap hari. Strateginya bervariasi, sambil bermain,” tegasnya. “Kuncinya learning by doing.” (Anik/Vita)