Di TCDA SDMM, Kajian Shalat Disampaikan dengan Cara Tak Lazim

271
Pasang Iklan Murah
Shofan Hariyanto memfasilitasi peserta TCDA dalam diskusi kelompok. (Vita/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sebuah pelatihan berjalan efektif, salah satu faktornya adalah kemampuan seorang trainer dalam menyampaikan materi. Seperti yang diterapkan Shofan Hariyanto SPd saat menyampaikan materi Kajian Shalat dengan teknik yang menarik.

Materi itu disampaikannya dalam acara Training Center Darul Arqam (TCDA) siswa kelas V, Jumat (24/5/19) di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik. “Saya sengaja mengemas dengan model cooperative learning (pembelajaran kooperatif) supaya lebih komunikatif,” ujar Shofan.

iklan

Pria asal Solokuro Lamongan itu memilih tipe group investigation (investigasi kelompok), teknik yang tak lazim di tengah kebiasaan penyampain materi dengan ceramah. “Ya karena jadwal saya ini siang, setelah Dhuhur. Jadi rawan mengantuk jika penyampaian saya hanya ceramah,” ungkapnya tersenyum.

Dalam group investigation, guru kelahiran 15 Mei 1985 itu menyampaikan materi dengan beragam teknik pemberian tugas. Tugas pertama, peserta diminta mendiskusikan definisi atau pengertian shalat. “Setelah itu, untuk tugas kedua saya minta peserta membuka Alquran mencari ayat yang mewajibkan shalat dan menuliskannya di lembar tugas,” jelasnya.

Peserta TCDA mencari ayat Alquran tentang wajib shalat secara berkelompok. (Vita/PWMU.CO)

Pada materi sejarah perintah shalat lima waktu, kata Shofan, peserta diminta membuat mind mapping (peta konsep) dalam kelompok masing-masing. “Terakhir, saya meminta anak-anak mengurutkan rukun shalat dengan menarik garis berdasarkan urutan yang sesuai,” paparnya.

Tak hanya kemasan pemberian tugas yang menarik, Shofan juga telah menyiapkan reward (penghargaan) bagi kelompok yang bisa menyelesaikan tugasnya paling awal dan benar. “Alhamdulillah antusias anak-anak tampak. Suasana begitu meriah. Mereka seolah berlomba,” ujarnya lega.

Melihat presentasi hasil kerja para peserta, Shofan mengaku lega karena materinya dapat dipahami anak-anak. “Memang butuh energi lebih, tapi yang penting anak-anak paham materi saya,” ungkapnya haru. (Vita)