Din Syamsuddin: Mari Kita Kawal MK Tegakkan Keadilan

2151
Pasang Iklan Murah
Din Syamsuddin (MN/PWMU.CO)

PWMU.CO – Mahkamah Konstitusi (MK) akan mulai menggelar persidangan sengketa Pemilu/Pilpres Jumat (14/6/19) hari ini. Sehubungan dengan itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof M. Din Syamsuddin meminta bangsa Indonesia memberikan kepercayaan dan kesempatan pada lembaga hukum tertinggi itu untuk bekerja menunaikan kewajiban dan tanggung jawabnya. “Inilah sikap kenegarawanan dan taat asas berkonstitusi,” ujarnya kepada PWMU.CO, Jumat (14/6/19) pagi.

Din mengatakan, rakyat Indonesia memiliki hak untuk meminta kepada MK menunaikan tugas dan tanggung jawab secara mandiri, objektif, dan imparsial, dengan menjunjung tinggi prinsip menegakkan keadilan secara sejati.

“Hasil Pilpres adalah masalah krusial yang harus diselesaikan secara baik, dengan sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Karena kalau tidak akan menimbulkan masalah baru dalam kehidupan bangsa berupa terusiknya rasa keadilan rakyat,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015 itu.

iklan

Menurut dia, tuduhan kecurangan Pemilu/Pilpres oleh salah satu pihak harus dijernihkan. “Kalau tuduhan itu tidak benar maka itu menjadi fitnah. Jika dibiarkan akan menimbulkan fitnah berkelanjutan. Namun, jika tuduhan itu benar maka itu merupakan musibah, dan jika tidak diluruskan akan menjadi musibah berkepanjangan. Kita tentu tidak ingin fitnah dan musibah melanda bangsa tercinta,” tegasnya.

Oleh karena itu, sambungnya, mari kita kawal MK untuk bekerja sambil memastikan bahwa keadilan ditegakkan, serta fitnah atau musibah terhindarkan. “Jika itu sudah ditegakkan maka adalah kewajiban rakyat untuk menerimanya dengan ikhlas dan tawakkal,” ujarnya.

Setelah itu, kata Din, dalam suasana masih Idul Fitri segenap elemen bangsa, khususnya umat Islam, harus merajut kembali persaudaraan keumatan dan kebangsaan di atas prinsip No Peace without Justice, No Justice without Truth atau Tidak Ada Perdamaian dan Kerukunan tanpa Keadilan, dan Tidak Ada Keadilan tanpa Kebenaran.

“Di atas prinsip keadilan dan kebenaran ini kita ketuk hati para hakim MK untuk berbuat adil dan benar dengan senantiasa mengingat bahwa di atas mereka ada Ahkamul Hakimin, Hakim Yang Maha Tinggi, Maha Adil dan Maha Kuasa,” ujarnya. (MN)