Bangun Gedung Terpadu, RS Muhammadiyah Ponorogo Gandeng BSM dan Optimalkan Dana Wakaf Warga

217
Pasang Iklan Murah
Suasana penandatanganan MoU pencairan dana termin terakhir. (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Ponorogo menjalin kerja sama pembiayaan senilai Rp 40 miliar untuk pembangunan gedung pelayanan terpadu dengan Bank Syariah Mandiri (BSM). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk pencairan dana termin terakhir tersebut dilakukan di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (13/6/19).

Pihak RSM Ponorogo diwakili oleh Direktur dr Iwan Hartono MKes. Sedangkan dari BSM diwakili oleh Tengku Rizaldi. Agenda penandatanganan tersebut disaksikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr M. Sulton Amin dan Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jatim dr Sholihul Absor MKes.

iklan

Hadir pula Sekretaris MPKU PWM Jatim Dr Mudzakkir MKep dan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ponorogo Bambang Dri Atmojo.

Dokter Iwan menyampaikan, proses pembangunan gedung pelayanan terpadu RSM Ponorogo tersebut selain memanfaatkan dana pinjaman dari BSM, juga mamanfaat dana wakaf yang berasal dari warga Persyarikatan.

“Kita, panitia pembangunan gedung juga melakukan penghimpunan dana secara mandiri melalui skema wakaf produktif,” ujarnya.

Ia menerangkan, penggalangan dana melalui skema wakaf produktif ini menawarkan beberapa keuntungan buat para pewakif. Salah satu keuntungannya adalah nama pewakif akan diabadikan menjadi nama ruang kamar RSM Ponorogo.

Keuntungan lain, kata dia, donasi yang sebelumnya dikeluarkan oleh pewakif akan terus bertambah setiap bulannya karena akan menerima 2,5 persen dari keuntungan kamar.

Tapi, lanjut dia, keuntungan yang diperoleh pewakif tersebut akan dirupakan infak jariyah untuk kepentingan membantu pasien dhuafa atau lainnya.

“Alhamdulillah, selama proses pembagungan gedung kita bisa mengumpulkan dana senilai Rp 1 miliar dari skema wakaf produktif ini,” paparnya

Dokter Absor menyambut baik adanya skema penghimpunan dana secara mandiri berbentuk wakaf produktif untuk menambah biaya pembangunan gedung yang diberi nama “KH Ahmad Dahlan” itu.

“Keberhasilan mendapatkan dana wakaf produktif ini menandakan kepercayaan dari warga Persyarikatan di Ponorogo sangat tinggi terhadap PCM dan MPKU PCM Ponorogo. Begitu juga dengan Direktur RSM Ponorogo,” pujinya.

Sementara, Sulthon berpesan kepada para pimpinan amal usaha Muhammadiyah (AUM) agar tetap amanah dan istiqamah dalam mengelola serta memajukan instrumen dakwah Persyarikatan tersebut.

“Saya harap para pimpinan AUM kesehatan utamanya, selalu amanah untuk membesarkan lembaga yang dipimpinnya,” tandasnya. (Aan)