Saat Wisuda Berakhir Beginilah yang Terjadi Antara Anak dan Orangtua

235
Pasang Iklan Murah
Wisudawan dan orangtuanya berpelukan usai acara. (Ulfa/pwmu.co)

PWMU.CO-Suasana haru mulai menyelimuti ruang ketika Kinanti Ayu Caesandria, wakil siswa kelas 6, menyampaikan ucapan perpisahan dalam  Wisuda SD Muhammadiyah 2 GKB yang digelar di Cordoba Convention Hall SMA Muhammadiyah 10 GKB, Ahad (15/6/2019).

”Terima kasih kami ucapkan kepada ustadz-ustadzah yang telah mendidik dan membimbing kami dengan sabar, tidak pernah pilih kasih serta tak kenal lelah, tidak terasa waktunya kami berpisah,” tuturnya.

iklan

Setelah dia ucapkan dalam bahasa Indonesia kemudian dia terjemahkan dalam Bahasa Arab, Inggris, dan Jepang.

”Untuk teman-temanku marilah kita berusaha mewujudkan mimpi kita. Janganlah kita merasa perpisahan ini adalah akhir dari segalanya,” sambungnya

Suasana semakin syahdu ketika semua wisudawan maju mempersembahkan lagu Selamat Tinggal Guru dan Kawanku dengan penghayatan. Tak terasa air mata wisudawan membasah di pelupuk.

 Enam tahun waktu kita berlalu belajar bersama menuntut ilmu

kini aku harus melanjutkan sekolahku

 menuntut ilmu tak jemu-jemu

Itu penggalan bait yang dinyanyikan wisudawan Berlian School, sebutan sekolah ini, yang membuat suasana makin membuat hati terbawa perasaan.

Selesai itu Kafka  Nafisah Azzahra, siswa kelas 6 Ali bin Abi Thalib dan Aliyah Isma, kelas 6 Abu Bakar maju menyanyikan lagu Harta yang Berharga adalah Keluarga.

Di akhir lagu tersebut para wisudawan berhamburan menuju tempat duduk orangtua masing-masing mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf. Kemudian memberikan kado buku kumpulan tulisan mereka sendiri seraya mencium dan memeluk orangtuanya.

”Tidak terasa air mata ini meleleh membasahi pipi ketika menyaksikan persembahan mereka dengan penuh penghayatan,” tutur Ulfa Lestari, wali murid dari Adiba Fahmiatul Aliyah. (Rahmat Syayid)