Sekolah Ingin Hasilkan Siswa Hebat, Perhatikan Tiga Syarat Ini

111
Pasang Iklan Murah
Munasir menyampaikan ceramah di wisuda siswa SMPM 26 Patihan Babat. (Su’ud/PWMU.CO)

PWMU.CO-Lembaga pendidikan yang ingin menghasilkan siswa hebat harus memperhatikan tiga kunci ini. Orang tua, guru, dan lingkungan sosial.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat Munasir dalam wisuda purna siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 26 Patihan Babat Lamongan, Selasa (18/6/2019).

Munasir menguraikan, tiga kunci tadi saling berpengaruh. ”Bagaimana pun bagusnya sekolah, kalau peran orang tua lemah, maka tidak akan bisa memengaruhi perilaku peserta didik,” kata pensiunan guru SMA Negeri 1 Babat ini.

Maka, sambung dia, sekolah harus pandai menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. ”Begitu juga dengan orang tua, di rumah hendaknya memberi contoh yang baik,” pesannya di hadapan 150 orangtua dan wali siswa.

Kunci kedua, menurut penasihat Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bedahan, Babat ini, adalah guru sebagai kekuatan inti sekolah.

”Selain memberikan pembelajaran, juga bertugas memotivasi siswa untuk berkembang. Tidak cukup hanya di sekolah, tapi di luar jam, semisal komunikasi di media sosial, lewat teman, dan sebagainya,” paparnya. Pengalaman selama ini, lanjut dia, justru komunikasi non formal lebih banyak berpengaruh.

Pria yang juga pembina Kesejahteraan Keluarga Muhammadiyah (KKM) PCM Babat ini melanjutkan, kunci ketiga yaitu sekolah peka terhadap perubahan lingkungan sosial.

”Bila sekolah tidak tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi, maka berakibat pada tidak tepatnya memberikan terapi pada siswa,” ungkapnya. Solusinya, tandas dia, lembaga sekolah melalui guru-guru khusus yang ditunjuk memantau perkembangan sosial kemasyarakatan yang berdampak langsung maupun tidak langsung. ”Inilah idealita pendidikan yang kita inginkan, bukan hanya di atas meja,” tegasnya.

Di bagian akhir tausiyahnya, Munasir berharap agar lembaga pendidikan Muhammadiyah fokus kepada pembinaan akidah, ibadah dan akhlak, tidak semata-mata mengejar nilai akademik. (Mohamad Su’ud)