Hanya Dua Jam Berlatih, Guru-Karyawan Smamsatu Langsung Bisa Bikin Berita

227
Pasang Iklan Murah
Guru Geografi Dra Rusyadah (kanan) sedang menulis naskah berita di smartphone bersama Estu Rahayu SAg, Guru Bahasa Jawa. (Ali Safa’at/PWMU.CO)

PWMU.CO – SMA Muhammadiyah 1 (Smamsatu) Gresik menggelar Pelatihan Menulis Berita untuk Guru dan Karyawan, di Aula Matahari 2, Rabu (19/6/19).

Materi pelatihan diberikan Pemimpin Redaksi PWMU.CO Mohammad Nurfatoni. Dia menyampaikan seputar dasar-dasar penulisan berita, mulai dari menulis berita yang bisa dipercaya hingga fotografi yang menarik.

Menurut ketua panitia Ria Desi pelatihan yang berlangsung dua jam dan diikuti 50 peserta ini merupakan rangkaian kegiatan In House Training (IHT) yang berlangsung selama lima hari, 17-21 Juni 2019.

“Kepelatihan penulisan berita ini sebagai upaya Smamsatu bersinergi untuk mempublikasikan sekolah dalam satu hati, satu suara, dan satu cita,” ujar Ria yang iga Kepala Sumber Daya Manusia Smamsatu.

Dalam kesempatan tersebut Fatoni—sapaan akrab pemateri—memotivasi para guru dan karyawan agar menulis berita sehingga bisa mengabarkan kegiatan sekolah sesuai dengan kaidah jurnalistik sehingga beritanya kredibel.

Di samping memberikan teori, Fatoni mengajak peserta untuk praktik menulis sebanyak dua kali. Pertama, semacam pre test dengan menuliskan ‘sesuatu’ yang dilihat dari sebuah foto yang menunjukkan salah satu aktivitas di Smamsatu.

Di situ Direktur Kanzun Book ini ingin menunjukkan jika menulis itu mudah, semudah bercerita. “Saya yakin Bapak-Ibu bisa bercerita secara lisan tentang gambar ini. Sekarang coba cerita itu disajikan dalam bentuk tulisan,” pintanya.

Dalam waktu 10 menit, mayoritas peserta sudah mengirim tulisan dalam pesan WhatsApp ke nomor pemateri. Fatoni pun membacakan satu per satu tulisan itu sekaligus memberi komentar.

Mohammad Nurfatoni di tengah peserta. (M. Ali Safa’at/PWMU.CO)

Setelah menyampaikan dasar-dasar teori jurnalistik secara singkat, alumnus Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Surabaya itu meminta peserta melakukan praktik penulisan kedua sesuai teori yang telah dia sampaikan.

Sebelum itu, Fatoni terlebih dulu meminta salah satu guru Smamsatu yang selama ini sudah ajek menjadi kontributor PWMU.CO yaitu M. Ali Safaat. Fatoni bermaksud memberi contoh bahwa untuk menjadi penulis berita tak harus berlatar belakang pendidikan jurnalistik. Syarat hanya tiga: menulis, menulis, dan menulis.

“Nah, praktiknya bisa menulis kegiatan pelatihan ini atau testimoni yang diberikan Pak Ali Safaat. Berita yang terbaik akan dimuat PWMU.CO dan saya beri hadiah khusus bagi penulisnya,” ujarnya.

Antusiasme muncul tak terduga dari peserta. Mereka bersemangat praktik menulis berita. Dalam waktu 25 menit, mereka sudah mengumpulkan karyanya. Secara cepat pemateri memeriksa dan memberi evaluasi. “Untuk berita perdana, ini sudah luar biasa,” kata Fatoni yang disambut tepuk tangan peserta.

Eva Kustiana MPd, salah satu peserta menyatakan, “Saya semangat sekali mengikuti kegiatan IHT hari ketiga ini. Ternyata menulis berita tidak sesulit yang saya bayangkan, mudah dan menyenangkan.”

Peserta lainnya, Muharningsih, berharap agar kegiatan ini ada tindak lanjutnya. “Tidak sekadar pelatihan, tapi ada produk yang dihasilkan secara kontinyu,” harapnya.

Sementara M. Ali Safa’at mengusulkan agar pimpinan memberikan reward pada guru atau karyawan Smamsatu yang aktif menuliskan berita kegiatan sekolah. “Tidak harus berupa materi, tapi yang penting bisa menjadi pemicu motivasi,” ungkapnya. (Rudi Ihwono, Kustiana, Ria Desy Kurnianingrum)

iklan
Sebagian peserta berfoto bersama pemateri usai pelatihan. (M Ali Safa’at/PWMU.CO)