Kisah Curhatan Istri yang Lahirkan Penulis Baru

97
Pasang Iklan Murah
M. Ali Safa’at saat memberi testimoni. (MN/PWMU.CO)

PWMU.CO – In House Training (IHT) untuk guru dan karyawan SMA Muhammadiyah 1 Gresik—atau yang dikenal dengan Smamsatu—memang telah usai Jumat (21/6/19). Tapi ada cerita menarik yang masih tersisa.

Seperti diungkapkan Pemimpin Redaksi PWMU.CO Mohammad Nurfatoni ketika menjadi pemateri Pelatihan Menulis Berita, dalam rangkaian IHT pada hari ketiga, di Aula Matahari 2, Rabu (19/6/19).

“Pelatihan ini lahir dari curhatan Pak Ali,” ujarnya menyebut M Ali Safa’at SPd, Kontributor PWMU.CO dari Smamsatu. Fatoni, sapaan akrab Mohammad Nurfatoni, menuturkan, suatu hari ia mendapat keluhan dari Ali yang merasa sendirian sebagai kontributor.

“Padahal banyak kegiatan menarik Smamsatu yang layak diliput,” ujar Fatoni menirukan Ali. Bukan hanya soal kesendirian, Ali juga ‘dicemburui’ oleh istrinya: Maulidatul Izza (28). Sebab, waktu malam hari yang sebenarnya untuk keluarga, justru digunakan Ali untuk ‘lembur’ menulis berita.

Menanggapi curhatan itu, Fatoni memberi saran Ali agar menyampaikan pada pimpinan sekolah untuk mengadakan pelatihan menulis berita bagi guru atau karyawan lainnya. Tujuannya: melahirkan kontributor-kontributor baru.

Fatoni mengatakan, sebelum Ali sebenarnya ada dua kontributor Smamsatu yaitu Kepala Sekolah Ainul Muttaqin dan Staf Humas Dewi Musdalifah.”Tapi sekarang beliau berdua sibuk,” ujarnya.

Gayung pun bersambut. Pelatihan yang dimaksud akhirnya dimasukkan dalam salah satu sesi IHT, Rabu (19/5/19). Setelah menyampaikan teori dasar-dasar menulis berita, Fatoni meminta Ali menyampaikan testimoni bagaimana dia sekarang bisa produktif menulis berita dengan nol pengalaman di dunia jurnalistik.

iklan
Peserta sedang praktik menulis. (M Ali Safa’at for PWMU.CO)

“Jujur, tidak pernah terpikir di benak saya untuk menjadi seorang kontributor. Jangankan menulis, membaca satu lembar cerita saja, sudah ngantuk,” ujar Ali mengawali testimoni.

Ali melanjutkan, “Mungkin pengalaman menulis pertama saya adalah ketika menjadi seorang admin Instagram (IG) dan Facebook (FB) bersama Bapak Akhmad Akmal Rifqi (Guru Bahasa Inggris dan staf Bidang Humas) pada tahun 2015.”

Pria kelahiran Bojonegoro, 23 Februari 1982 ini, menulis di IG atau FB berbeda dengan menulis berita online. “Karena di situ harus ada kutipan, suasana kegiatan, dan sebagainya,” ungkapnya.

Ali lalu bercerita bagaimana kali pertama ia mengirimkan berita ke PWMU.CO. “Saat itu, tepatnya tanggal 5 September 2018, saya menulis berita tentang Muhammad Dhiyaul Haq, yang waktu itu sedang berkunjung ke sekolah,” ujarnya menyebut pemain basket nasional alumnus Smamsatu Gresik tahun 2010.

“Waktu saya disuruh oleh Bapak Uripan Nada (Kinoi Kepala SMKM 5 Gresik) dan juga Ibu Ria Desy Kurnianingrum SS.(Kepala SDM Smamsatu). Saya diberi nomor admin PWMU.CO oleh Bapak Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik Ainul Muttaqin SP MPd. Akhirnya saya coba untuk mengirimkan dan Alhamdulillaah banyak yang salah,” ungkapnya.

Setelah saya kirimkan berita, sambungnya, saya langsung dijapri oleh editor PWMU.CO. “Saya ditanya mulai dari nama lengkap Dhiyaul Haq, alamat, proses ke Smamsatu dan lain sebagainya. Selanjutnya editor, yaitu Pak Fatoni, membuat berita saya menjadi dua,” ujar Ali yang mengabdi di Smamsatu sejak 2009 itu.

Penghobi futsal itu melanjutkan ceritanya, “Setelah berita saya dimuat, saya menjadi bersemangat untuk menulis lagi. Dan tulisan kedua saya tentang studi banding SMA Muhammadiyah 1 Gresik ke MAN 2 Malang,” cerita dia.

Dalam penulisan berita tersebut, masih banyak terdapat kesalahan, antara lain tidak melengkapi nama-nama siapa saja yang ikut dalam studi banding tersebut, serta jabatannya,” jelas guru Bahasa Inggris yang gemar Matematika ini.

“Proses belajar menulis terus seperti itu. Akhirnya lambat laun, kesalahan penulisan saya semakin sedikit, apalagi ketika Pak Fatoni mewajibkan semua kontributor untuk mencetak print out berita kita dan memberikan stabilo sebelum dan sesudah berita tersebut diedit,” ungkap Ali.

Akhirnya, lanjut dia, saya mengikuti saran tersebut. Dan alhamdulillaah semakin ke sini, tulisan saya sudah semakin bagus, dan hanya sedikit terjadi kesalahan. “Walaupun saya masih belum bisa membuat berita yang baik dan sempurna, atau yang biasanya disampaikan Pak Fatoni bahwa berita yang bagus itu bisa di-upload sambil menyetir mobil, karena sudah tak ada editing,” paparnya.

Testimoni Ali mendapat tanggapan dari guru senior Dra Uswatun Hasanah. “Kita harus sampaikan apresiasi pada Pak Ali. Berkat curhatan beliau, pelatihan ini ada,” ungkapnya.

Guru dan karyawan lainnya pun merasa termotivasi. Terbukti setelah sesi teori dan testimoni itu peserta antusias mengikuti praktik menulis berita. Dan yang patut dicatat, usai IHT, benar-benar telah lahir kontributor baru bernama Estu Rahayu.

Pada hari Jumat (21/6/19) dia mengirim berita untuk PWMU.CO yang berjudul IHT Smamsatu Ditutup dengan Pengajian Tauhid dan Usai Mengabdi di Smamsatu, Alumnus Program Ulama Tarjih Ini Didoakan Lanjut S2 dan Dapat Jodoh.

Kelahiran kontributor itu menyusul kelahiran putra kedua Ali yang bernama Muhammad Nicko pada Kamis (20/6/19), adik dari Nayla Putri Aliza (6,5)

Selamat! (MN)