Din Syamsuddin: Dua Paslon di Pilpres Bentuk Dialektika Politik

456
Pasang Iklan Murah
Din Syamsuddin. (Edo/PWMU.CO)

PWMU.CO – Prof Dr Din Syamsuddin MA menyatakan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang dikembangkan dan diutamakan adalah orientasi nilai. “Dalam memiliki dua pasangan calon (paslon) harus didasarkan nilai jujur dan adil.”

Hal itu disampaikan dalam acara Silaturahim Halal bi Halal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Gedung Muhammadiyah Jawa Timur Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Sabtu (22/6/19).

iklan

Din mengungkapkan, dua paslon yang menjadi pilihan menandakan dialektika politik bisa dijalankan. Maka, pilihan tidak boleh didasarkan pada sosok orangnya. Prinsip nilai amal makruf nahi munkar harus dikedepankan dan diutamakan.

“Di Indonesia belum sepenuhnya bisa jalan. Konsep dialektika politik ini memang lebih condong pada petahanan karena dia pernah memimpin,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2005-2015.

Muhammadiyah, menurutnya, terlalu kecil apabila memilih paslon di pilpres hanya dengan dasar diri orang bukan melalui konsep nilai. Tidak ada nilai tambah. Muhammadiyah adalah investasi besar yang harus berperan aktif dalam politik. Harus peka terhadap permasalahan bangsa.

“Kita harus menyamakan antena, frekuensi, dan signal terhadap permasalahan bangsa. Muhammadiyah harus memperjuangkan dan membela nilai-nilai ini. Ini penting,” ucapnya.

Din berharap nilai jujur dan adil dijunjung di sidang Mahkama Konstitusi (MK) yang sekarang sedang diunggu hasilnya. “Siapa pun yang menang tidak ada pengaruh dengan besarnya nama Muhammadiyah ini,” ujarnya. (Ichwan Arif)