Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bangunan Bumdes Terbengkalai Disulap KKN T 26 Umsida Jadi Ruang Kreatif

Iklan Landscape Smamda
Bangunan Bumdes Terbengkalai Disulap KKN T 26 Umsida Jadi Ruang Kreatif
KKN T Umsida renovasi Graha Sabha. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kayu, gabah, rumput liar, hingga barang-barang yang sudah tidak digunakan sempat memenuhi sebuah bangunan bernama Graha Sabha di Dusun Watesari, Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Setelah lama terbengkalai, bangunan itu kini mulai hidup kembali dan dipersiapkan menjadi ruang latihan karawitan untuk warga.

Perubahan tersebut dilakukan oleh KKN T 26 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama masyarakat setempat. Setelah bergotong royong membersihkan dan menata bangunan, mahasiswa kemudian membuat serta memasang plakat Graha Sabha pada Ahad, (16/8/2026).

Plakat yang terpasang di bagian depan menjadi identitas baru sekaligus menandai perubahan fungsi bangunan yang sebelumnya lebih banyak digunakan sebagai tempat menyimpan gabah dan barang-barang tidak terpakai.

Bangunan yang Lama Terbengkalai

Sebelum diperkenalkan sebagai Graha Sabha, kondisi bangunan tersebut cukup lama tidak terawat. Bahkan, kegiatan latihan karawitan warga selama ini masih dilakukan di rumah salah satu masyarakat.

Pembenahan telah dimulai lebih dari tiga minggu sebelum pemasangan plakat. Mahasiswa KKN T 26 bersama warga mengeluarkan kayu, gabah, serta barang-barang lama dari dalam bangunan.

Mereka juga mencabut rumput, membersihkan lantai, hingga mengepel ruangan. Gotong royong berlanjut atas inisiatif warga dengan pemasangan lampu dan keramik lantai sehingga bangunan lebih layak digunakan.

Kepala Dusun Watesari, Rokayah, menceritakan perubahan fungsi tersebut membuka peluang agar fasilitas yang sebelumnya tidak digunakan dapat kembali bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Dulu tempat ini terbengkalai, tidak terpakai. Setelah dibersihkan, sekarang mulai digunakan untuk latihan karawitan. Saya berharap tempat ini bisa terus digunakan, bukan hanya untuk karawitan, tetapi juga bisa menjadi tempat kegiatan masyarakat,” tuturnya.

Graha Sabha Jadi Ruang Baru untuk Karawitan

Setelah bangunan lebih bersih dan tertata, pemanfaatannya mulai diarahkan sebagai lokasi latihan karawitan. Kehadiran tempat tersebut memberikan ruang tersendiri bagi kegiatan seni yang sebelumnya masih berlangsung di rumah warga. Pada saat yang sama, bangunan lama yang sempat kehilangan fungsi kini kembali digunakan untuk aktivitas masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

Ketua KKN T Kelompok 26, M Bagus Achsanul Qolbi, mengatakan mahasiswa ingin ikut meninggalkan sesuatu yang dapat mendukung perubahan fungsi bangunan tersebut.

“Kami melihat bangunan ini sebelumnya kurang dimanfaatkan, kemudian sekarang mulai diarahkan untuk kegiatan karawitan. Jadi kami ingin ikut memberikan sesuatu yang bisa menjadi identitas tempat ini,” ujar Bagus.

Ia berharap Graha Sabha bisa terus digunakan dan dirawat bersama

Plakat Graha Sabha Tandai Wajah Baru Bangunan

Kontribusi berikutnya diwujudkan melalui pembuatan plakat bertuliskan Graha Sabha. Pemasangan dilakukan setelah rangkaian pembersihan dan pembenahan bangunan berlangsung. Plakat ditempatkan pada bagian depan sehingga masyarakat kini memiliki penanda yang jelas untuk mengenali tempat tersebut.

Sekretaris Desa Watesari, Purnomo mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam proses tersebut.

“Semoga setelah ini tempatnya bisa dimanfaatkan dengan baik dan dirawat bersama,” ungkapnya. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu