Siswa SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto mengikuti pembelajaran lapangan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Randengan, Rabu (9/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, siswa mengaitkan materi Fisika, Kimia, dan Bahasa Indonesia dengan pengelolaan sampah di lokasi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler yang dilaksanakan di luar kelas. Siswa mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung kondisi dan pengelolaan sampah di TPA Randengan, kemudian menghubungkannya dengan materi yang telah dipelajari di sekolah.
Dalam pembelajaran Kimia, siswa mempelajari proses dekomposisi bahan organik dan pembentukan gas metana (CH₄). Mereka juga mempelajari air lindi (leachate) yang berkaitan dengan penumpukan sampah di area TPA.
Sementara itu, pada mata pelajaran Fisika, siswa mengamati konsep termodinamika serta pemanfaatan gas metana sebagai sumber energi. Materi tersebut diberikan dengan mengaitkan konsep yang dipelajari di kelas dengan kondisi yang mereka temui selama berada di lokasi.
Adapun pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan pada kegiatan literasi lapangan. Siswa mengumpulkan informasi melalui wawancara dan mencatat hasil pengamatan selama kunjungan. Data tersebut kemudian digunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan hasil kegiatan.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melakukan observasi dan mengumpulkan informasi secara langsung. Kegiatan wawancara dan pencatatan hasil pengamatan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dilakukan selama berada di TPA Randengan.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto Khoirul Arif, S.Pd.I., menjelaskan, “Pembelajaran di luar kelas ini bertujuan memberikan pengalaman belajar berbasis riset kepada siswa sekaligus mengenalkan persoalan lingkungan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.”
“Pengelolaan sampah di TPA Randengan memberikan konteks bagi siswa untuk menghubungkan beberapa mata pelajaran. Materi sains dapat diamati melalui proses yang berkaitan dengan sampah, sedangkan Bahasa Indonesia memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan mengumpulkan dan menyajikan informasi,” jelas Khoirul Arif.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal persoalan sampah dari sisi yang berbeda. Selain mempelajari proses yang berkaitan dengan pengelolaan sampah, siswa mengumpulkan data dan informasi sebagai bagian dari tugas pembelajaran.
Hasil observasi dan wawancara selama kunjungan menjadi bahan bagi siswa untuk menyusun laporan. Dengan demikian, kegiatan lapangan tidak berhenti pada kunjungan ke TPA, tetapi dilanjutkan dengan pengolahan informasi yang diperoleh selama berada di lokasi.
Pembelajaran kokurikuler di TPA Randengan menjadi salah satu bentuk kegiatan SMA Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto dalam menghubungkan materi pembelajaran dengan kondisi di lingkungan sekitar. Siswa memperoleh pengalaman mengamati, bertanya, mencatat, dan mengolah informasi berdasarkan objek yang mereka temui secara langsung. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments