Daun kelor menjadi elemen utama dalam logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Pemilihan elemen ini bukan sekadar pertimbangan estetika, tetapi juga mengandung makna tentang kehidupan, ketahanan, dan kebermanfaatan.
Daun kelor juga merupakan salah satu ikon dan identitas khas Kota Palu. Tanaman ini lekat dengan kehidupan masyarakat, budaya, sekaligus potensi daerah. Karena itu, kehadiran daun kelor dalam logo menjadi penanda keterhubungan antara momentum Tanwir dan Milad Muhammadiyah dengan konteks lokal tempat kegiatan berlangsung.
Secara visual, bentuk daun kelor dipadukan secara dinamis dengan angka 114. Angka tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda usia Muhammadiyah, tetapi menjadi bagian yang menyatu dengan keseluruhan identitas visual logo.
Angka 114 digambarkan seolah tumbuh dari satu kesatuan daun. Bentuk ini merepresentasikan perjalanan Muhammadiyah yang terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Sejak didirikan pada 1912, Muhammadiyah terus berkembang melalui gerakan dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial, dan berbagai amal usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak hanya menjadi identitas visual sebuah agenda. Di dalamnya terdapat pesan tentang pertumbuhan, keberlanjutan, dan kebermanfaatan yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Muhammadiyah.
Unduh Logo Tanwir dan Milad ke 114 Muhammadiyah Di sini





0 Tanggapan
Empty Comments