Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UMSURA) di kancah internasional. dr. Era Catur Prasetya, Sp.KJ (K), dosen FK UMSURA sekaligus psikiater RS Muhammadiyah Lamongan (RSML), diundang sebagai Guest Lecturer for Global Classroom oleh International Medical School, Management & Science University (MSU) Malaysia, Senin (6/4/2026).
Undangan resmi tersebut ditandatangani oleh Prof. Dr. Indang Ariati Ariffin, Vice President of International Affairs MSU Malaysia. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan keunggulan akademik dan internasionalisasi kampus, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset antara MSU Malaysia dan UMSURA.
Perkenalkan Psikologi Bencana ke Mahasiswa Internasional
Bertempat di kampus MSU, Shah Alam, Selangor, dr. Catur—sapaan akrabnya—menyampaikan kuliah kepada mahasiswa program S1 Kedokteran (International Medical School) serta mahasiswa pascasarjana Master of Clinical Psychology.
Dalam paparannya, ia mengulas psikologi bencana dan respons trauma pascabencana. Salah satu konsep utama yang dibahas adalah Disaster Behavioral Health Response Curve, yakni model yang menggambarkan fase psikologis masyarakat terdampak bencana, mulai dari fase Heroic, Honeymoon, Disillusionment, hingga Reconstruction.
Selain itu, ia juga menjelaskan kerangka Continuum of Care dalam penanganan kesehatan jiwa bencana, mencakup intervensi dari Psychological First Aid dan crisis intervention hingga penggunaan terapi farmakologis dan psikoterapi. Pendekatan ini menegaskan pentingnya integrasi aspek biopsikososial dalam penanganan krisis kemanusiaan.
Berbagi Pengalaman Lapangan Internasional
Kuliah tamu tersebut semakin kaya dengan pengalaman nyata yang dibagikan Dr. Catur. Ia pernah tergabung dalam tim Emergency Medical Team (EMT) Indonesia dalam misi kemanusiaan gempa Turki 2023 serta pelayanan kesehatan jiwa bagi pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh.
Pengalaman ini memberikan perspektif lintas budaya yang autentik bagi mahasiswa. Bagi mahasiswa psikologi klinis, materi tersebut membuka wawasan tentang kolaborasi multidisipliner antara psikolog dan psikiater di lapangan. Sementara bagi mahasiswa kedokteran, hal ini memperkuat pemahaman tentang urgensi kesehatan jiwa dalam situasi darurat medis.

Perluas Jejaring Internasional Muhammadiyah
Pimpinan FK UMSURA dan RSML menyambut baik capaian ini. Keduanya menyampaikan apresiasi dan harapan agar momentum ini dapat memperluas kontribusi keilmuan sekaligus memperkuat jejaring internasional di bidang pendidikan kedokteran.
Undangan dari MSU Malaysia juga menjadi bukti pengakuan global terhadap kapasitas akademik FK UMSURA. MSU meyakini keahlian Dr. Catur mampu memperkaya komunitas akademik mereka serta mendorong pertukaran pengetahuan yang bermakna.
Tak hanya berhenti pada kuliah tamu, MSU Malaysia juga membuka peluang kerja sama jangka panjang. Rencana tersebut meliputi kolaborasi riset, program pertukaran mahasiswa, hingga kemungkinan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua institusi.
Capaian ini menjadi bagian dari langkah strategis Universitas Muhammadiyah Surabaya dalam mewujudkan visi kampus unggul dan berdaya saing global. Kiprah ini sekaligus menegaskan peran Muhammadiyah dalam menghadirkan kontribusi nyata di panggung akademik internasional. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments