Dua pendidik SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Ustadzah Siti Madinah SPd dan Ustadzah Diana Herawati SPd berkesempatan memperdalam dan mengasah kompetensi pengajaran Al-Qur’an melalui Pelatihan Metode Tajdid.
Kegiatan yang diusung oleh Badan Tajdied Center (BTC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik tersebut berlangsung intensif selama tiga hari.
Tepatnya pada Jumat-Ahad (25-27/9/2026) di SD Muhammadiyah Gresik (SD Mugres) Kampus A.
Kuatkan Pemahaman Teknis, Letakkan Standarisasi
Pelatihan ini dirancang khusus untuk menguatkan pemahaman teknis serta meletakkan standarisasi pedagogi baca tulis dan tahfidz Al-Qur’an di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Metode Tajdid sendiri telah menjadi salah satu pilar utama yang dikenal luas di persyarikatan karena pendekatannya yang sistematis, cepat, terukur, dan memudahkan anak-anak membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid serta makhraj yang tepat.
Selama tiga hari penuh, para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga menjalani rangkaian simulasi mengajar (microteaching), pengujian makhrajul huruf, hingga pemetaaan strategi penyampaian tajwid interaktif yang ramah anak.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Majelis Tabligh PDM Gresik yang menaungi BTC, Ustadz Badrus Sholeh, menekankan pentingnya posisi guru sebagai garda terdepan penjaga mutu Al-Qur’an bagi generasi muda.
“Pelatihan ini diselenggarakan bukan sekadar untuk mentransfer metode mengajar secara teknis. Melainkan untuk menjaga kualitas sanad dan kedisiplinan bacaan Al-Qur’an para siswa sejak dini” tegasnya.
Ia pun menaruh harapan besar kepada seluruh peserta. “Kami berharap para guru peserta dapat menjadi role model sekaligus mengimplementasikan standarisasi Metode Tajdid ini secara konsisten dan berkelanjutan di sekolah masing-masing” tambahnya.
Kelebihan Metode Tajdied
Seusai penutupan acara, Ustadzah Siti Madinah SPd menyampaikan rasa syukur dan antusiasmenya setelah menuntaskan seluruh sesi pelatihan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari pelatihan ini. Banyak wawasan baru, strategi interaktif, serta penekanan makhraj dan tajwid yang sangat berharga yang kami dapatkan selama tiga hari di SD Mugres Kampus A” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ustadzah Diana Herawati SPd. Menurutnya, pengalaman selama tiga hari tersebut memberikan penyegaran dan motivasi baru untuk terus berinovasi di dalam kelas.
“Metode Tajdid memberikan pendekatan yang sangat bersahabat dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kami sudah tidak sabar untuk mendiseminasikan ilmu ini kepada rekan-rekan guru di SDMM serta menerapkannya secara langsung kepada para siswa” tutur Ustadzah Diana.
Ia berharap, bekal yang diperoleh dari pelatihan ini mampu menghidupkan suasana pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.
“Semoga kegiatan belajar Al-Qur’an di kelas semakin hidup, efektif, dan menyenangkan, sehingga para siswa semakin mencintai Al-Qur’an” tambahnya penuh semangat.
Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, SDMM optimistis dapat terus meningkatkan kualitas bimbingan Al-Qur’an, sehingga mampu mencetak generasi yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga berkarakter Islami dan unggul.





0 Tanggapan
Empty Comments