Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gaya Kesombongan Iblis dan Bahayanya bagi Manusia

Iklan Landscape Smamda
Gaya Kesombongan Iblis dan Bahayanya bagi Manusia
Oleh : Moh.Helman Sueb Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat, Lamongan

Iblis adalah makhluk yang paling durhaka kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Karena itu, ia pantas mendapatkan laknat dari-Nya dan diusir dari surga.

Iblis merupakan makhluk Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang sangat aneh dan pelupa. Aneh karena ia tidak mensyukuri asal kejadiannya. Pelupa karena ia telah melupakan eksistensi dirinya sebagai makhluk yang diciptakan Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 34:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” Al-Baqarah: 34.

Ayat tersebut menunjukkan adanya dua sifat yang sangat tercela. Pertama, durhaka ketika diperintah Allah Subhaanahu wa Ta’ala dengan tidak menaati dan tidak menunaikan perintah-Nya. Kedua, menyombongkan diri dengan membanggakan asal kejadiannya.

Kedua sifat tersebut merupakan karakter dasar Iblis. Karena itulah Iblis menjadi makhluk yang mendapatkan laknat Allah.

Ketika manusia durhaka kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan bersikap sombong terhadap sesama manusia, maka manusia tersebut telah menunjukkan perilaku yang menyerupai Iblis.

Dalam ayat yang lain disebutkan jawaban Iblis ketika ditanya oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Al-A’raf ayat 12:

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ

Allah berfirman: “Apa yang menghalangi engkau tidak melaksanakan ketika Aku memerintahkan kepadamu?” Iblis berkata: “Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan Adam dari tanah.”

Di sinilah letak kesombongan Iblis. Ia membanggakan asal kejadiannya dan menganggap dirinya lebih baik daripada Adam.

Sikap tersebut dapat diterjemahkan dalam kehidupan manusia, misalnya dengan membanggakan keturunan, kekayaan, jabatan, kedudukan, maupun kelebihan lainnya.

Kelebihan yang dimiliki seseorang seharusnya menjadi alasan untuk bersyukur kepada Allah, bukan digunakan untuk merendahkan orang lain. Kesombongan karena merasa memiliki kelebihan merupakan perilaku yang sangat dilarang Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Jika manusia berbuat sombong karena kelebihan yang dimilikinya, maka ia telah menunjukkan watak yang menyerupai Iblis.

Dalam kehidupan sehari-hari, bisikan-bisikan setan dan tarikan hawa nafsu dapat menjerumuskan manusia apabila diikuti. Keduanya dapat menyebabkan manusia tersesat dari jalan yang benar.

SMPM 5 Pucang SBY

Bisikan jahat setan membawa manusia kepada kemaksiatan dan kejahatan. Sementara itu, tarikan hawa nafsu dapat membawa manusia kepada kesombongan karena ego yang ingin menang sendiri dan tidak mau kalah dengan orang lain.

Karena itu, manusia harus senantiasa berhati-hati terhadap godaan setan dan hawa nafsu.

Berkali-kali Allah Subhaanahu wa Ta’ala menerangkan bahwa setan merupakan musuh manusia. Salah satunya diawali dengan perintah untuk melakukan sesuatu yang positif sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah ayat 168:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah Syetan. Sesungguhnya Syetan itu musuhmu yang nyata.”

Masalah makanan bukan sekadar tentang halal dan haram, baik dan buruk. Cara memperoleh makanan juga harus melalui jalan yang benar, halal, dan baik.

Jangan sampai manusia mengikuti langkah-langkah setan yang menyesatkan dan membawa kesengsaraan. Setan dapat mendorong manusia melakukan kejahatan serta menggunakan cara-cara yang kotor dalam menjalankan aktivitas kehidupan.

Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Baqarah ayat 169:

إِنَّمَا يَأْمُرُكُم بِٱلسُّوٓءِ وَٱلْفَحْشَآءِ وَأَن تَقُولُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”

Iblis dan setan adalah dua makhluk yang tidak boleh diikuti. Iblis merupakan makhluk yang durhaka kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan menyombongkan diri terhadap manusia.

Kesombongan Iblis menjadi pelajaran penting bagi manusia. Apa pun kelebihan yang dimiliki, baik berupa keturunan, kekayaan, jabatan, ilmu maupun kedudukan, semuanya merupakan karunia Allah yang seharusnya disyukuri.

Jangan sampai kelebihan tersebut justru menjadi alasan untuk merendahkan orang lain dan menjauhkan diri dari ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Semoga kita senantiasa terhindar dari perilaku Iblis maupun godaan setan dan mendapatkan perlindungan Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu