Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Inilah Pesan Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Lamongan dalam Musyawarah Penjaringan Calon Kepala MTs Mulimas Al Mizan

Iklan Landscape Smamda
Inilah Pesan Ketua Majelis Dikdasmen PNF PCM Lamongan dalam Musyawarah Penjaringan Calon Kepala MTs Mulimas Al Mizan
Musyawarah Penjaringan Calon Kepala MTs Mulimas Al Mizan. (Tim Media/PWMU.CO)
pwmu.co -

Panti Asuhan dan Pondok Pesantren (PA dan PP) Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar Musyawarah Penjaringan Calon Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan, Sabtu (6/9/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PCM Lamongan, H. Ahmad Luthfi, M.Si., memberikan Kajian Iftitah sekaligus menyampaikan pesan penting tentang makna kepemimpinan dan amanah.

Musyawarah tersebut dihadiri H. Ahmad Luthfi, M.Si., Mudir Al Mizan Ustadz Mujianto, M.Pd.I., jajaran Wakil Mudir, Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Alimah, M.Pd., panitia penjaringan calon kepala madrasah, serta seluruh guru MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan.

Dalam kajiannya, Ahmad Luthfi mengibaratkan madrasah sebagai sebuah kendaraan yang membutuhkan nahkoda yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

“Pada hari ini kita sedang mencari dan memilih siapa yang akan membawa kendaraan yang kita tumpangi ini menuju satu titik tujuan yang telah ditetapkan,” tuturnya.

Menurutnya, apabila kepemimpinan sebelumnya dinilai baik dan mampu membawa madrasah berkembang, maka bukan tidak mungkin kepemimpinan tersebut dapat dilanjutkan. Namun, jika terdapat calon baru yang dinilai mampu membawa madrasah terbang lebih tinggi dan mencapai prestasi yang lebih jauh, maka hal tersebut juga patut dipertimbangkan.

“Kalau nahkoda lama kita anggap bagus dan mampu membawa pesawat kita terbang jauh dan tinggi ke depan, bisa saja dipilih kembali untuk meneruskan. Namun, kalau ada calon baru yang sanggup membawa pesawat ini lebih tinggi lagi, tentu harus kita pertimbangkan,” jelasnya.

Kepemimpinan Bukan Ruang untuk Ambisi

Ahmad Luthfi kemudian mengingatkan bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang layak dikejar karena ambisi pribadi. Menurutnya, kekuasaan memiliki potensi membuat seseorang terlena apabila tidak disertai keikhlasan, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa jabatan merupakan amanah.

Ia mengutip nasihat para ulama mengenai bahaya ambisi terhadap kekuasaan. Menurutnya, seseorang yang terlalu berambisi terhadap kekuasaan dapat terjebak pada perasaan memiliki kekuatan yang berlebihan sehingga sulit menerima nasihat dan masukan dari orang lain.

“Potensi dasar kekuasaan adalah membuat seseorang merasa kuat. Karena itu, seorang pemimpin harus tetap membuka telinga terhadap nasihat dan masukan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, seorang pemimpin tidak boleh berjalan sendiri. Justru, pemimpin harus mampu menggerakkan seluruh elemen yang dipimpinnya agar dapat bergerak bersama menuju tujuan yang telah ditetapkan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Jangan sampai keunggulan yang kita miliki justru menjadi dorongan untuk berjalan sendiri. Pemimpin harus mampu membawa timnya terbang lebih jauh dan lebih tinggi menuju titik tujuan,” pesannya.

Konsep Otomatis
H. Ahmad Luthfi saat menyampaikan kajian Iftitah. (Alfain Jalaluddin/PWMU.CO)

Jabatan adalah Amanah yang Akan Dipertanggungjawabkan

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan. Karena itu, calon kepala madrasah perlu memiliki kesiapan, bukan hanya secara kemampuan teknis, tetapi juga secara mental dan spiritual.

Ia mengajak seluruh peserta musyawarah untuk tidak menjadikan jabatan sebagai sesuatu yang harus diperebutkan, melainkan sebagai amanah yang harus dipertimbangkan dengan matang.

“Yang perlu ditanyakan kepada diri sendiri adalah: apakah saya kuat untuk memimpin institusi yang sangat strategis ini? Apakah saya memiliki kemampuan untuk membawa kita terbang lebih tinggi?” ujarnya.

Menurutnya, pertanyaan tersebut penting direnungkan oleh setiap calon pemimpin sebelum menerima sebuah amanah.

“Jangan macam-macam untuk memimpin satu institusi yang sangat strategis ini. Tanyakan kepada diri sendiri, apakah saya punya kekuatan dan kemampuan untuk membawa kita terbang lebih tinggi,” tegasnya.

Kajian Iftitah tersebut menjadi pengantar penting dalam proses Musyawarah Penjaringan Calon Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan. Melalui proses penjaringan tersebut, diharapkan lahir pemimpin yang tidak hanya memiliki kompetensi manajerial, tetapi juga berintegritas, rendah hati, mampu menerima masukan, serta memiliki komitmen membawa madrasah semakin maju.

“Menjadi pemimpin bukan tentang seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi seberapa kuat amanah ditunaikan dan seberapa jauh mampu membawa lembaga yang dipimpin menuju tujuan bersama.” (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 05/09/2026 13:52
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu