Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Kepemimpinan NA Harus Menjadi Amanah untuk Melayani dan Menggerakkan

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Kepemimpinan NA Harus Menjadi Amanah untuk Melayani dan Menggerakkan
Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Prof. Salmah Orbayinah. Foto: PPNA
pwmu.co -

Kepemimpinan baru Nasyiatul Aisyiyah (NA) periode 2026–2030 diminta tidak berhenti pada pergantian struktur organisasi. Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Prof. Salmah Orbayinah menegaskan, kepemimpinan di NA harus dipahami sebagai amanah untuk melayani sekaligus menggerakkan perempuan muda.

Pesan itu disampaikan Salmah saat memberikan arahan dalam agenda Taaruf Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030 di SM Tower Malioboro, Jumat (2/10/2026) malam.

Menurut Salmah, NA memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi penerus perjuangan bangsa sekaligus menjadi ruang pendidikan, pembinaan, pelayanan, dan penggerakan perempuan muda Muhammadiyah dalam dakwah.

Karena itu, kepemimpinan baru PPNA harus dibangun dengan semangat servant leadership atau kepemimpinan yang melayani.

“Sehingga kami berharap kepemimpinan baru ini sudah semestinya dipahami sebagai sebuah tanggung jawab dan amanah untuk melayani (servant leadership). Bukan sekadar memimpin, tapi juga melayani banyak umat dan kita harus niatkan ini sebagai ladang dakwah kita,” tutur Salmah.

Salmah mengingatkan, amanah kepemimpinan tersebut perlu diterjemahkan ke dalam arah gerakan yang konkret. Ia menyampaikan sejumlah pesan kepada jajaran baru PPNA.

Pertama, memperkuat kaderisasi. Menurut Salmah, kaderisasi bukan sekadar memastikan program organisasi terus berjalan, tetapi juga menyiapkan pemimpin yang akan meneruskan perjuangan dakwah NA pada masa mendatang.

Kedua, membangun gerakan dakwah yang relevan dengan perempuan muda. NA perlu membaca perubahan zaman dan kebutuhan generasi muda agar dakwah tidak berjarak dengan kehidupan mereka.

“Semua gerakan dan dakwah NA ini harus relevan dengan generasi mudanya. Artinya, gerakan dakwah yang kontekstual yang sesuai dengan kondisi sekarang dan kebutuhan perempuan muda agar menjangkau lebih banyak kalangan,” katanya.

Ketiga, Salmah mendorong penguatan kemandirian ekonomi perempuan muda. Menurutnya, kemandirian ekonomi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas sekaligus daya dukung kader ketika menjalankan peran di tengah masyarakat.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Keempat, kader NA diingatkan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi dan kehidupan keluarga. Salmah berharap perempuan muda NA tidak hanya aktif dalam gerakan, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan keluarga.

“Bagaimana NA menjadi pilar yang penting di dalam membangun keluarga yang sehat, keluarga yang berilmu, keluarga yang berakhlak, dan tentunya keluarga yang berkemajuan,” ujarnya.

Kelima, memanfaatkan ruang digital sebagai sarana dakwah dan komunikasi. Pesatnya perkembangan dunia digital, menurut Salmah, membuka ruang strategis bagi kader muda Muhammadiyah untuk menyampaikan gagasan dan memperluas jangkauan dakwah.

“Ini adalah ruang sarana strategis bagi para kader muda Muhammadiyah untuk menyampaikan gagasan sekaligus memperluas jangkauan dakwah,” ucapnya.

Keenam, Salmah berpesan agar PPNA menjaga estafet kepemimpinan. Organisasi tidak boleh hanya berorientasi pada pelaksanaan program selama satu periode, tetapi juga harus menyiapkan kader dan pimpinan untuk melanjutkan gerakan pada masa berikutnya.

Salmah mengingatkan bahwa perjalanan NA memiliki akar sejarah panjang dalam gerakan perempuan Muhammadiyah. Cikal bakal NA telah tumbuh di lingkungan ‘Aisyiyah melalui Siswa Praja Wanita (SPW) pada 1919, sebelum Nasyiatul Aisyiyah lahir pada 1931.

Karena itu, kepemimpinan baru PPNA 2026–2030 memiliki tanggung jawab untuk meneruskan jejak panjang tersebut dengan menghadirkan gerakan yang menjawab kebutuhan perempuan muda hari ini.

“NA harus benar-benar menjadi wajah generasi muda Muhammadiyah dan Aisyiyah. Maka, kita harus terus siapkan generasi yang berkemajuan yang kemudian dapat mencerahkan peradaban,” pungkas Salmah. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu