KKN Pengembangan Cabang Ranting (PCR) Kelompok 39 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar Seminar Literasi Keuangan bagi warga Kelurahan Sukolilo, Ahad (19/7/2026). Kegiatan bertema “Membangun Keluarga Cerdas Finansial untuk Masa Depan yang Sejahtera” ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Seminar tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN PCR Umsura sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya keluarga di wilayah pesisir yang memiliki karakteristik pendapatan tidak menentu.
Dorong Kesadaran Mengelola Keuangan Keluarga
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua KKN PCR Kelompok 39, Muhammad Kemal Amroni. Ia menjelaskan bahwa seminar ini diharapkan mampu memberikan bekal kepada masyarakat untuk mengelola keuangan secara lebih bijaksana demi mewujudkan kesejahteraan keluarga.
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sukolilo yang mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu memperdalam ilmu agama, tetapi juga memahami cara mengelola keuangan keluarga dengan baik.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Selain memperdalam ilmu agama, masyarakat juga perlu mempelajari cara mengelola keuangan agar kehidupan keluarga menjadi lebih terencana dan sejahtera,” ujarnya.
Literasi Keuangan sebagai Bentuk Ikhtiar
Materi seminar disampaikan oleh dosen Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Zeni Rusmawati, S.Pd., M.Pd., Ak., CPFRA., dengan dipandu moderator Ayun Dwi Oktora.
Dalam paparannya, Zeni menjelaskan pentingnya literasi keuangan untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan anggaran rumah tangga, pengelolaan pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, hingga mempersiapkan dana darurat.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami peserta.
“Pengelolaan keuangan merupakan bagian dari ikhtiar kita sebagai hamba Allah. Berapa pun pendapatan yang diperoleh, jika dikelola dengan bijak dan disertai rasa syukur, insyaallah akan membawa keberkahan sekaligus membuka jalan rezeki yang lebih baik,” jelas Zeni.
Bahas Tantangan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Sesi diskusi menjadi bagian yang paling menarik dalam seminar tersebut. Warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan menyampaikan berbagai tantangan dalam mengelola keuangan keluarga akibat pendapatan yang sangat bergantung pada cuaca dan hasil tangkapan laut.
Mereka mengaku penghasilan yang tidak menentu sering kali belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga. Dalam kondisi tertentu, sebagian warga harus memanfaatkan fasilitas pinjaman atau bantuan pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, peserta juga mengungkapkan masih kesulitan membedakan antara kebutuhan dan keinginan, terutama ketika harus memenuhi berbagai permintaan anak di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Menanggapi persoalan tersebut, Zeni mengajak warga menyusun skala prioritas kebutuhan, membiasakan pencatatan sederhana terhadap pemasukan dan pengeluaran, menyisihkan sebagian pendapatan ketika hasil tangkapan melimpah sebagai dana cadangan, serta melibatkan seluruh anggota keluarga dalam membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijaksana.
Diskusi berlangsung aktif dengan komunikasi dua arah sehingga berbagai persoalan yang disampaikan warga memperoleh solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat pesisir.
Di akhir kegiatan, peserta menyampaikan apresiasi kepada tim KKN PCR Umsura dan narasumber atas materi yang dinilai relevan dengan kehidupan mereka. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Melalui seminar ini, KKN PCR Kelompok 39 Umsura berharap literasi keuangan masyarakat terus meningkat sehingga keluarga mampu menyusun perencanaan keuangan yang lebih baik, tangguh menghadapi perubahan pendapatan, dan mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments